Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pengaruh Aksi Teror Tidak Signifikan Kepada Nilai Tukar Rupiah

Fetry Wuryasti
15/5/2018 16:04
Pengaruh Aksi Teror Tidak Signifikan Kepada Nilai Tukar Rupiah
(ANTARA)

GUBERNUR Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan dampak aksi teror ledakan bom di Surabaya beberapa hari lalu tidak terlalu signifikan terhadap ke nilai tukar rupiah.

"Selama ini pengaruh terkait terorisme sifatnya hanya minimum, tapi tentu ada pengaruhnya tapi selama ini pengaruhnya minimum," kata Agus usai menghadiri Bankers Gathering di Jakarta, Selasa (15/5).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini merujuk pada Jakarta Interbank Sport Dollar Rate (JISDOR) berada di level Rp14.020 atau menembus level di atas Rp 14.000. Penguatan dolar AS salah satunya disebabkan oleh pernyataan Menteri Perdagangan AS terkait penyesuaian tarif impor baja.

"Amerika kelihatan USD menguat antara lain didukung dengan pernyataan Menteri Perdagangan Amerika yang akan melakukan peninjauan terhadap tarif impor daripada steel," tutur Agus.

Meski demikian, Agus memastikan kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga dirasakan mata uang negara lain, bahkan ada yang lebih dalam.

Selain itu, kondisi geopolitik suatu negara juga ikut mempengaruhi mata uang sebuah negara. Terpilihnya Perdana Menteri (PM) baru di Malaysia juga bisa mempengaruhi negara lain di kawasan termasuk Indonesia.

"Ada Perdana Menteri baru dan dampaknya ke mata uangnya dinamis itu ada pengaruhnya ke Indonesia, tetapi ketika di Malaysia menempatkan Menteri Keuangan yang kredibel kemudian pejabat-pejabat yang kredibel dijadikan advisor membuat kondisi Malaysia stabil dan Indonesia sebagai negara di kawasan juga lebih stabil," tutur Agus. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya