Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Perang Dagang Dunia Diyakini tidak akan Berlanjut

Fetry Wuryasti
14/5/2018 20:45
Perang Dagang Dunia Diyakini tidak akan Berlanjut
(Ilustrasi)

PERANG dagang atau trade war yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok jika terus terjadi diyakini akan mempengaruhi volume perdagangan dunia. Namun perkembangan hari ini belum menunjukkan hal tersebut.

Chief Economist Standard Chartered Indonesia, Aldian Taloputra mengatakan sampai saat ini belum melihat dampak perang dagang dua negara raksasa terhadap perdangangan dunia.

"Kami melihat baik AS dan Cina pada akhirnya akan bernegoisasi untuk mencari kesepakatan yang akan menguntungkan dan dapat diterima kedua belah pihak," ujar Aldian, saat dihubungi, Senin (14/5).

Ia melihat saat ini yang terjadi masih dalam taraf friksi perdagangan (trade friction) dan tidak akan berkembang menjadi perang dagang (trade war) seperti yang terjadi saat resesi besar 1930. Resesi saat itu menyebabkan turun tajamnya volume perdangan dunia.

"Beberapa faktor yang akan mencegah hal itu dalam pandangan kami ialah kebijakan kurs yang mengambang yang diterapkan di banyak negara akan berfungsi menjadi shock absorber," jelasnya.

Perbaikan neraca perdagangan sebuah negara juga ia yakini akan menyebabkan mata uang menguat. Ini pada akhirnya akan menurunkan daya saing dari produk negara tersebut.

"Selain itu saling terkaitnya negara-negara di dunia dalam global value chain membuat sulit untuk suatu negara untuk melakukan aksi sepihak tanpa memicu aksi balasan dari negara lain yang pada akhirnya dapat mempengaruhi perdangangan negara itu sendiri," tutup Aldian. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya