Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Indonesia Hadapi Teror Bom, Investor Saham Tidak Mundur

Fetry Wuryasti
14/5/2018 18:28
Indonesia Hadapi Teror Bom, Investor Saham Tidak Mundur
(ANTARA)

BURSA Efek Indonesia (BEI)  tetap yakin bahwa peristiwa pengeboman di Surabaya tidak akan membuat investor mundur. Direktur BEI Tito Sulistio mengatakan pasar modal Indonesia paling lama pernah mengalami aksi jual asing selama 30 hari berturut-turut. Namun kini, meski efek persepsi ketidakpastian bertambah, para investor tidak mundur.

"Sekarang, di sepanjang perdagangan, ada titik di mana sempat terjadi net buy oleh asing. Kejadian pengeboman di Surabaya memang mengagetkan, namun masyarakat harus tetap tegar," ujarnya di Jakarta, Senin (14/5).

Pada penutupan perdagangan Senin (14/5), ia mengakui net sell tercatat sebesar Rp 208,09 miliar, lebih kecil dari penutupan perdagangan di mana asing mencatatkan jual Rp434 miliar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.947.155 atau hanya terkoreksi turun 9,67 poin (0,16%). Frekuensi transaksi pun tercatat sebesar 338,915 kali.

Kontribusi dari total transaksi perdagangan di Jawa Timur pada perdagangan Senin (14/5) justru meningkat 1%, dari biasanya berkonstribusi hanya 4% menjadi sebesar 5,2%. Jakarta sendiri berkontribusi pada transaksi perdagangan sebesar 46,2%.

"Artinya kepercayaan ke pasar belum hilang. Jika likuiditas turun baru dikatakan trust hilang dari pasar. Investor tetap bertambah, dan nilai transaksi tumbuh sekitar 17 persen dan frekuensi tumbuh hampir 20%,"  ujar Tito.

Sepanjang 2018 year to date, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat pada titik tertinggi sepanjang sejarah di level 6.689, sebelum pada akhirnya Presiden AS Donald Trump mulai mengenakan tarif ke pada alumunium dan besi baja. Tarif tersebut dilawan Tiongkok dengan pengenaan tarif pada impor kedelai, yang merupakan ekspor terbesar AS ke Tiongkok.

Setelah itu market baru mulai berantakan. Namun di sisi lain, ketika IHSG berada di bawah 6.000, saham Indonesia menjadi menarik. Investor jangka panjang mulai masuk masuk karena saham seperti LQ45 mulai terdiskon harganya.

Likuiditas saham berada di 386 ribu kali, jauh lebih likuid dan terus ditransaksikan dibandingkan Malaysia yang hanya 150 kali.

"Teraktif di ASEAN, masih. Jadi jumlah investor bertambah, likuiditas masih lebih tinggi, revenue LQ45 naik 15%,"

Pasar, kata Tito masih terjaga dengan baik, persepsi investor masih ragu-ragu. Investor lokal terpantau masih bertambah 100-200 per hari. Investor jangka panjang mulai masuk dengan harga saham yang sedang menarik, seperti institusi reksa dana.

 

Tunggu kebijakan BI

Sementara itu, lanjut Tito, pasar masih menantikan hasil keputusan dari suku bunga kebijakan Bank Indonesia pada 16-17 Mei mendatang. Pasar sudah menaruh ekspektasi, bagaimana menaikkan permintaan akan rupiah,salah satunya mau tidak mau menaikkan tingkat suku bunga, dengan pasar perkirakan sekitar 0,25%.

Meski di saat bersamaan kenaikam tersebut menjadi musuh dari pasar modal. Namun hal ini sudah diekpektasi dengan kenaikan perlahan perbankan akam suku bunga depositonya, namun tidak menaikkan suku bunga kredit.

"Kedua, secara struktur harus menaikkan ekspor untuk memoeringan kinerja APBN, terutama juga terkait apakah subsidi akan dikenakan pada Pertamina atai dibebankan pada APBN,"

Hal yang menentukan IHSG,kata Tito, antara lain kondisi ekonomi  emiten, dan persepsi ketidakpastian yang kini mengarah pada minus.

"Minus untuk uncertainty bertambah, tetapi saya katakan tidak ada emiten yang terganggu kelangsungan kerjanya. Mereka tetap lakukan bussiness as usual, apalagi consumer product jelang Ramadan , bukan berarti gangguan di mereka," tuturnya.

Sedangkan untuk keamanan sistem IT perdagangan BEI, telah dipindahkan ke area Tier 3, yang tidak dipublikasikan lokasinya. Sampai saat ini tim perdagangan telah ditambah untuk menjaga dan standby pada sistem perdagangan.

"Di data center tim ditambah  dan disaster recovery harus standby. Tugas saya menjaga infrastruktur agar perdagangan jalan terus," tukas Tito. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya