Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kelola Anggaran untuk Raih Dampak Positif Tidak Langsung Asian Games

Andhika prasetyo
13/5/2018 19:55
Kelola Anggaran untuk Raih Dampak Positif Tidak Langsung Asian Games
Bambang(MI/Bary Fathahilah )

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengingatkan semua pihak untuk menjaga dampak positif ekonomi tidak langsung dari Asian Games 2018 karena nilainya jauh lebih besar dibandingkan dampak langsung yang akan didapatkan.

Dampak ekonomi tidak langsung akan dirasakan dalam kurun waktu yang lama dan berdampak pada berbagai sektor. Indonesia, ucap Bambang, perlu berkaca pada kesuksesan gelaran olahraga Olimpiade Sydney 2000 dan Olimpiade London 2012.

“Di Sydney, dampaknya itu sudah mulai dihitung sejak enam tahun sebelum dan enam tahun sesudah penyelenggaraan. Rata-rata dalam kurun waktu itu di Negara Bagian New South Wales belanja yang dikeluarkan sampai 497 dollar Australia per tahun,” ujar Bambang di Jakarta, Minggu (13/5).

Begitu pun di London, Inggris, dimana Olimpiade berkontribusi hingga £16,5 miliar.

“Stadion yang dibangun untuk perhelatan olimpiade bahkan dibeli oleh klub sepakbola West Ham United. Belum lagi turis yang bertambah hingga 10 juta,” tuturnya.

Ia mengatakan, kunci untuk bisa menjaga dampak ekonomi tetap positif pasca perhelatan ajang olahraga besar adalah dengan menjaga pengeluaran anggaran yang ditujukan untuk pesta tersebut.

Kegagalan pengelolaan anggaran yang baik hingga berujung pada dampak negatif pernah dialami Olimpiade Athena 2004, Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade Montreal 1976.

Di negara-negara tersebut banyak sekali infrastruktur baru yang sengaja dibangun untuk menyemarakkan ajang olahraga yang akan dilaksanakan sehingga anggaran yang dibutuhkan pun sangat besar dan menjadi beban yang besar pula. Hal itu berbeda dengan Indonesia yang kini lebih banyak melakukan renovasi terhadap venue-venua yang sudah ada.

Indonesia, sambungnya, juga tidak mengalami cost overrun atau pembengkakakn biaya dalam pembangunan infrastruktur Asian Games.

“Negara-negara yang gagal mengelola anggaran biasanya karena adanya cost overrun, target awal pembangunan hanya Rp100 miliar tapi membengkak jadi Rp200 miliar. Itu bisa terjadi karena salah prediksi atau inefisiensi di lapangan.” Ucapnya.

Sementara, ia melihat Indonesia tidak mengalami hal itu. Anggaran yang dikeluarkan sangat bisa dikelola dengan baik.

“Selama ini tidak ada permintaan tambahan anggaran untuk Asian Games baik dari sisi investasi atau operasional,” tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya