Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Ramadan, pemerintah merapatkan barisan untuk memastikan harga komoditas pangan strategis terkendali sehingga tidak menimbulkan guncangan inflasi. Apalagi pemerintah menargetkan tren inflasi sepanjang 2018 relatif rendah di level 3,5%.
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina menuturkan pihaknya sudah menugaskan tim khusus untuk memantau pergerakan harga di setiap provinsi. Khususnya menyasar pada 190 pasar tradisional.
Sejauh ini, harga sejumlah komoditas pangan strategis terpantau relatif stabil. Kondisi tersebut tentunya didukung ketersediaan stok yang memadai hingga periode Lebaran berlalu.
Dia mencontohkan komoditas daging sapi yang kerap mengalami gejolak harga sepanjang Ramadan, akan diantisipasi dengan penguatan stok daging beku untuk mencukupi kebutuhan pasar. Harga komoditas bawang putih juga mulai turun lantaran masuknya stok bawang putih impor.
"Harga masih stabil dan stok tersedia sampai pasca-Lebaran. Baik beras, gula maupun minyak goreng, sudah sesuai HET (harga eceran tertinggi). Beras bahkan cenderung turun. (Kebutuhan) daging sapi kita sediakan daging beku. Pokoknya sampai pasca-Lebaran akan ngalir terus," jelas Srie seusai rapat koordinasi di Kemenko Bidang Perekonomian, Selasa (8/5).
Keniscayaan harga dan stok yang relatif terkendali menahan pemerintah menggelar operasi pasar (OP) khusus selama Ramadan. Pemerintah dikatakannya cenderung memprioritaskan OP yang sudah berjalan.
"Kan sekarang (OP) sudah jalan terus. Jadi intinya adalah pasok terus masuk ke pasar. Saat ini karena harga-harga cenderung stabil dan beberapa (komoditas) sudah HET dari pemantaun kita, OP jalan terus aja ke pasar," imbuh Srie.
Harga dan stok komoditas pangan strategis relatif stabil juga dipastikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. Setelah dilakukan evaluasi lintas sektor, kata dia, perkembangan harga menjelang Ramadan bergerak ke arah terkendali sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
"Di (sektor) pangan gak ada yang mengkhawatirkan. Harga beras arahnya mulai turun walaupun tidak tinggi. Yang arahnya belum turun itu memang daging ayam dan telur. Tapi lainnya tidak ada masalah," kata Darmin.
Dalam rapat koordinasi, pihaknya juga meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk memperhatikan harga tiket transportasi udara yang mengalami kenaikan tinggi dalam dua tahun Ramadan terakhir. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved