Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dipakai untuk Intervensi Rupiah, Cadangan Devisa Tergerus

Fetry Wuryasti
08/5/2018 21:10
Dipakai untuk Intervensi Rupiah, Cadangan Devisa Tergerus
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawa)

POSISI cadangan devisa Indonesia akhir April 2018 tercatat US$124,9 miliar. Meski tergolong masih cukup tinggi, jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2018 sebesar US$126,0 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia , Agusman, melalui keterangan resmi, Selasa (8/5).

Penurunan cadangan devisa pada April 2018 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung terjaganya keyakinan terhadap prospek perekonomian domestik yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif," tukas Agusman.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis UGM Tony Prasetiantono mengatakan Bank Indonesia semestinya segera menaikkan suku bunga acuan. Sebab, cadangan devisa sudah banyak dipakai untuk intervensi.

"Yang ternyata tidak ada hasilnya," tukas Tony saat dihubungi, Selasa (8/5).

Tidak heran, biarpun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2018 sebesar 5,06%, lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar 5,01%. Nyatanya tetap tidak mampu menguatkan rupiah dari depresiasi karena di bawah ekspektasi pasar.

"Tidak bisa menjadi sentimen positif, karena pertumbuhan ekonomi 5,06% tidak cukup meyakinkan. Terlalu tipis," tukas Tony. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya