Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT ekonomi energi UGM Fahmy Radhi meminta rencana pemerintah membeli hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (FI) sebesar 40%, harus menguntungkan bagi negara Indonesia.
"Artinya, harga 40 persen PI Rio Tinto atau diperkirakan setara 36,14% saham divestasi FI, harus tetap mengacu perhitungan aset dan cadangan FI hingga 2021 saat kontrak karya berakhir," kata dia kepada Antara, Minggu (24/12).
Menurut Fahmy, rencana pemerintah membeli 40% PI Rio Tinto merupakan terobosan menuntaskan divestasi 51 persen saham FI yang terancam buntu.
Fahmy menyebut harga pembelian 40% PI Rio Tinto mestinya lebih murah daripada harga saham divestasi FI, karena statusnya saat dibeli masih dalam bentuk PI, yang belum dikonversi ke saham.
"Penggunaan skema divestasi 51% saham Freeport melalui akuisisi 40% PI Rio Tinto merupakan keputusan tepat dan strategis. Keputusan itu tidak hanya akan memuluskan proses divestasi 51% saham FI, tetapi juga mendapatkan harga divestasi saham yang lebih murah," ujarnya.
Fahmy menambahkan dengan kepemilikan 36,14% saham divestasi FI pascapembelian 40% PI Rio Tinto, maka total saham pemerintah Indonesia menjadi sebesar 45,78%. Pemerintah masih membutuhkan 5,22% untuk menggenapkan menjadi 51% saham divestasi Freeport Indonesia.
"Dengan sisa hanya 5,22% saham, maka mestinya proses divestasinya relatif lebih mudah dan cepat. Harga 5,22% saham itu tetap mengacu basis di 2021 saat pengakhiran kontrak karya," tuturnya.
Untuk selanjutnya, perhitungan sisa harga saham divestasi Freeport Indonesia sebesar 5,22% dilakukan oleh konsultan independen dari FI dan PT Inalum (Persero), yang ditunjuk Kementerian BUMN melakukan divestasi saham Freeport.
"Kalau kedua pihak sudah menyepakati skema divestasi itu dan penetapan sisa harga saham sebesar 5,22%, pada saat itulah Indonesia akan menguasai mayoritas 51% saham Freeport, sebagai sejarah setelah 50 tahun penambangan Freeport di Indonesia," ucapnya.
Sebelumnya, Tim Perunding Pemerintah Indonsia yang terdiri atas Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Menteri ESDM, memutuskan akan membeli PI Rio Tinto, yang ada di FI, sebanyak 40%.
Rio Tinto, perusahaan tambang Australia, selama ini telah membiayai operasi penambangan Freeport di Grassberg, Tembagapura, Papua pada 1990-an.
Sebagai kompensasi pendanaan tersebut, Rio Tinto mendapat PI sebesar 40%, yang diperhitungan dari produksi FI. PI tidak punya hak suara dan tidak berhak memperoleh pembagian deviden. Namun, berdasarkan perjanjian, 40% PI Rio Tinto dapat dikonversi menjadi saham FI pada 2022.
Rio Tinto sudah menyatakan kesediaannya menjual PI-nya di FI itu kepada pemerintah Indonesia sebagai bagian dari skema divestasi 51% saham Freeport.
Skema divestasi itu juga sudah disepakati dalam perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Freeport, sehingga pemerintah dan Rio Tinto melanjutkan perundingan terkait penetapan harga 40% hak pertisipasi itu. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved