Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pemerintah Dorong Pemanfaatan EBT

04/12/2017 08:15
Pemerintah Dorong Pemanfaatan EBT
(Sebuah kendaraan alat berat beroperasi di area pembangunan Pembangkit Listirk Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. ANTARA/Abriawan Abhe)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meyakini harga jual listrik dari energi baru terbarukan (EBT) akan lebih kompetitif bila dibandingkan dengan energi fosil seperti batu bara dan gas.

"Mungkin belum sekarang, tetapi secepatnya di masa depan hal itu akan terwujud," ungkap Jonan dalam International Energy Confe-rence di Jakarta, belum lama ini.

Jonan mencontohkan harga jual listrik EBT pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap tahap pertama berkapasitas 75 Mw yang sebesar 11,4 sen dolar AS per kwh.

Namun, harga jual pada PLTB Sidrap tahap kedua berkapasitas 50 Mw, yang kini sedang tahap persiapan, jauh lebih lebih murah yakni hanya 6 sen dolar AS per kwh.

"Itu artinya amat kompetitif jika dibandingkan dengan pembangkit listrik dari sumber energi primer lainnya," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Jonan, ke depan kebutuhan energi terus meningkat seiring bertumbuhnya perekonomian Indonesia.

Karena itu, pengembangan EBT bakal dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya alam setempat secara efektif dan efisien untuk meningkatkan energi berkelanjutan.

Pemerintah, jelas dia, juga telah menjamin ketersediaan energi, salah satunya mendorong pemanfaatan EBT secara masif.

Pada kesempatan sama, mantan Wakil Presiden Boediono menambahkan kendala pengembangan EBT saat ini bukan dari aspek teknologi.

Yang menjadi kendala, imbuhnya, ialah komitmen dari tingkat nasional dan global dalam menciptakan kebijakan berkelanjutan.

Selain itu, ada tarik-menarik kepentingan politik dan ekonomi sehingga kebijakan pengembangan EBT sulit melangkah lebih jauh.

"Investor cenderung enggan menanamkan modal kalau keuntungan baru diperoleh pada jangka panjang," tukas Boediono. (Tes/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya