Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tiga BUMN Tambang Resmi Menjadi Satu

Cahya Mulyana
29/11/2017 19:11
Tiga BUMN Tambang Resmi Menjadi Satu
(MI/Panca Syurkani)

HASIL Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) memutuskan tiga BUMN di sektor pertambangan yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS) melebur menjadi satu. Disepakati pula perubahan Anggaran Dasar Perseroan perihal status perusahaan dari persero menjadi non-persero.

Keputusan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham PT Inalum (Persero).

"Bagi Antam, holding BUMN industri pertambangan akan memperkuat posisi perusahaan dalam rangka penciptaan nilai tambah dan optimalisasi cadangan mineral," ujar Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo seusai RUPSLB di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/11).

Menurut dia, Antam akan bersinergi dengan Inalum, Timah, dan Bukit Asam untuk bersama-sama menjalankan strategi investasi, eksplorasi, pengembangan SDM, serta pengembangan dan penelitian. Ekspansi tahun depan, pertama yang kaitan dengan holding yaitu kerja sama dengan Inalum untuk pembuatan smelter great alumina.

RUPSLB tiga perusahaan yang digelar sejak pukul 09.00 sampai 17.00 WIB juga menyepakati perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait perubahan status Perseroan dari Persero menjadi Non-Persero.

Maka, sebanyak 15.619.999.999 saham seri B milik negara di Antam dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara. Saham Seri B Antam akan dimiliki Inalum sebanyak 65% dan publik 35%. Sedangkan saham Seri A Antam yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

Sementara itu, sebanyak 4.841.053.951 saham Seri B milik Timah atau 65% dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A Timah yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

Lalu, sebanyak 1.498.087.499 saham Seri B milik PTBA atau 65,02% dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A PT Bukit Asam Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani menjelaskan, efisiensi akan menciptakan kinerja keuangan menjadi lebih baik. Sehingga peleburan 3 BUMN tersebut akan menambah kemampuan SDM.

"Dengan bersatu (menjadi holding), kemampuan skill SDM juga membaik karena kami akan sharing knowledge," terangnya.

PT Timah, kata dia, rencananya akan membangun smelter baru. Di samping itu juga sedang dilaksanakan ekspansi wilayah kerja baru. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa umumkan rencana kerja tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan cadangan dan peningkatan produksi," katanya.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin menjelaskan holding akan mempercepat visi PTBA menjadi perusahaaan energi kelas dunia ke depan. Dengan sinergi, masing-masing perusahaan anggota holding saling support untuk menjadi yang terbaik.

Menurut dia, PTBA juga telah membuat kesepakatan nominal saham (stock split) dengan mengubah ketentuan pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan, dan Perubahan susunan Pengurus Perseroan. "Kita sudah dapat izin untuk stock split, dan kita akan melakukan kelngkapan administrasi di OJK dan BEI. Kita masih akan urus, dan kita perlu waktu sedikit," ungkapnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya