Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan menurunkan LPS rate sebesar 25 basis poin.
"LPS memutuskan menurunkan suku bunga penjaminan untuk periode 3 November 2017-15 Januari 2018 sebesar 25 basis poin untuk simpanan rupiah baik di bank umum menjadi 5,75%n dan BPR menjadi 8,25%, sedangkan untuk bunga penjaminan pada simpanan valas tidak berubah di level 0,75%," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah pada paparan Evaluasi Tingkat Bunga Penjaminan, di Jakarta, kemarin.
Berdasarkan indeks yang dipantau LPS, indeks stabilitas perbankan cenderung stabil meski menurun dari 99,57% pada Agustus 2017 menjadi 99,56% pada September 2017.
Secara umum kondisi likuiditas membaik.
LDR perbankan turun dari 89,47% pada Agustus menjadi 89.06% pada September.
Penyebabnya, pertumbuhan kredit masih melambat dari 8,36% (yoy) pada Agustus 2017 menjadi 7,96% (yoy) pada September.
Pada saat yang sama, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) meningkat dari 9,74% menjadi 11.7%.
Hal itulah yang membuat LDR bank menurun. LPS memantau tren suku bunga simpanan secara rata-rata selama periode observasi pada bulan lalu ada penurunan suku bunga pasar (SBP) 41 basis poin jika dibandingkan dengan periode yang lalu.
Sementara itu, SBP valas pada periode yang sama naik 2 bps.
Hal itu sejalan dengan menurunnya Jibor (Jakarta Interbank Offered Rate).
LPS juga memantau tingkat bunga deposito maksimum.
Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bank BUKU 4 sebesar 37 bps, diikuti kelompok BUKU 1 sebesar 25 bps, BUKU 3 sebesar 23 bps, dan BUKU 2 sebesar 10 bps.
"Assessment kami, tiga bulan ke depan diperkirakan risiko likuiditas menurun," ucap Halim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved