Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Indonesia Kembangkan Bandara Pintar Bersama Selandia Baru

MICOM
01/11/2017 14:24
Indonesia Kembangkan Bandara Pintar Bersama Selandia Baru
(ANTARA)

KEMENTERIAN Perhubungan akan mengembangkan bandara pintar (smart airport) melalui kerja sama dengan Pemerintah Selandia Baru.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/11), mengatakan kerja sama tersebut pihak Selandia Baru membagi pengalamannya dalam mengembangkan dan mengoperasikan bandara pintar, di antaranya penerapan teknologi tinggi di bandara, penerapan sistem pajak bandara (passanger service charge) yang otomatis serta penanganan bagasi (baggage handling).

"Kami melanjutkan kerja sama yang sudah dijalin sejak 1988, karena bandara ini sangat banyak 'multiplier effect'-nya dalam pertumbuhan ekonomi, di mana pertumbuhan penumpangnya sendiri 10-12 persen per tahun," katanya.

Agus mengatakan pada 2016 ada 3,8 miliar penumpang dan 54,9 juta ton kargo terangkut lewat transportasi udara (berdasarkan data Airport Council International).

Di Indonesia, pada tahun ini ditargetkan dapat mengangkut 162 juta penumpang dan 957.000 ton barang domestik dan internasional melalui penerbangan.

Menurut Agus, semua hal tersebut di atas tidak lepas dari peran bandar udara sebagai simpul penerbangan. Karena itu, menurut dia, bandara pintar sangat diperlukan di Indonesia untuk mengimbangi penerbangan nasional yang juga meningkat pesat dan modern paralel dengan pesatnya pertumbuhan teknologi.

"Masyarakat sebagai penumpang pesawat dan pengguna bandara sekarang sudah semakin pintar. Demikian juga teknologi pesawat terbang yang semakin canggih dan perangkat penerbangan lain yang semakin modern. Tentu saja hal
ini harus diikuti oleh sebuah bandara yang semakin pintar pula," ujar dia.

Selain itu, menurut Agus, juga perlu dikembangkan untuk sistem pajak bandara dan penanganan bagasi yang lebih terintegrasi. "Di Selandia Baru itu semua PSC terpotong otomatis ke operator bandara, dan bandara terkoneksi dengan moda lain, seperti kereta," katanya.

Pengembangan sebuah bandara, ucap Agus, harus memperhatikan tren yang terjadi di masyarakat, tidak hanya di dalam negeri namun juga internasional. Hal ini karena sifat penerbangan yang lintas negara. "Untuk itu sangat baik kalau kita bekerja sama dengan otoritas penerbangan negara lain untuk saling berbagi informasi terkait tren serta hambatan dan
peluang terkait penerbangan di negara masing-masing," lanjutnya.

Selandia Baru merupakan salah satu negara yang sudah menerapkan bandara pintar, beberapa bandaranya mendapatkan penghargaan internasional sebagai salah satu bandara terbaik.

Hubungan Indonesia dengan Selandia Baru terkait penerbangan sudah dimulai sejak tahun 1988, yaitu dengan ditandatanganinya Air Transport Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the New Zealand relating to Scheduled international flight services pada tanggal 27 Mei 1988 di Jakarta.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya