Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pengguna Moda Transportasi Turun Pada September 2017

MICOM
01/11/2017 14:08
Pengguna Moda Transportasi Turun Pada September 2017
(ANTARA/Lucky R)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah pengguna moda transportasi baik angkutan udara tujuan domestik dan internasional, angkutan laut, maupun kereta api pada September 2017.

Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/11), mengatakan bahwa untuk jumlah pengguna angkutan udara domestik pada September 2017 mengalami penurunan sebanyak 5,53 persen menjadi 7,6 juta penumpang jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Hal yang sama juga terjadi pada jumlah penumpang tujuan luar negeri atau internasional, turun 5,87 persen menjadi 1,4 juta orang," kata Suhariyanto.

Selama periode Januari hingga September 2017, jumlah penumpang domestik mencapai 66,0 juta orang atau naik 11,36 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 12,5 juta orang atau naik 14,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada September 2017 tercatat 1,5 juta orang atau turun 6,01 persen dibanding Agustus 2017.

Jumlah barang yang diangkut juga turun 0,94 persen menjadi 22,4 juta ton. Secara kumulatif, jumlah penumpang mencapai 12,7 juta orang atau naik 11,14 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2016. Demikian juga dengan jumlah barang yang diangkut naik 1,10 persen atau mencapai 192,9 juta ton.

Selain pengguna angkutan udara dan angkutan laut, penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang kereta api sebesar 3,83 persen atau menjadi 32,5 juta penumpang. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut
kereta api turun 5,81 persen menjadi 3,8 juta ton.

Selama Januari-September 2017, jumlah penumpang kereta api mencapai 287,0 juta orang atau naik 10,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 23,94
persen menjadi 31,6 juta ton.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya