Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kunjungi Metro TV, Aliansi Nelayan Paparkan Perjuangan Cantrang

MICOM
27/10/2017 10:35
Kunjungi Metro TV, Aliansi Nelayan Paparkan Perjuangan Cantrang
(ANTARA/DEDHEZ ANGGARA)

DEWAN Pimpinan Pusat Aliansi Nelayan Indonesia (DPP ANNI) mengunjungi redaksi Metro TV, Kamis, (26/10) untuk bersilaturahim sekaligus bersinergi dan meminta dukungan atas perjuangan nelayan dalam melawan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dirasa tidak memberi rasa adil bagi nelayan dan masyarakat perikanan di Indonesia.

Turut serta dalam kunjungan tersebut Direktur Muhammadiyah Maritime Center (MMC), Sutia Budi dan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Nimmi Zubainarni yang selama banyak bersinergi dengan nelayan.

"Kami datang mengunjungi Metro TV untuk memaparkan perbagai persoalan yang dihadapi nelayan khususnya nelayan cantrang sekaligus menggali sinergi untuk perjuangan nelayan," tutur Nanang Q. el-Ghazal, Juru bicara Aliansi Nelayan saat pertemuan.

Kunjungan tersebut diterima oleh Henny Puspitasari selaku Public Relation Manager Metro TV. Henny menuturkan bahwa pada prinsipnya Metro TV terbuka luas untuk mendorong kemajuan sektor kelautan di Indonesia.

"Banyak program siaran di metro TV yang bisa dimanfaatkan oleh nelayan dan pelaku sektor perikanan untuk melakukan dialog", kata Henny.

Dalam kunjungan ini, nelayan juga memaparkan berbagai dampak negatif akibat kebijakan pelarangan alat tangkap cantrang serta alat tangkap lainnya yang dialami oleh nelayan dan masyarakat pesisir yang selama ini belum banyak diketahui oleh publik.

"Apa yang kami perjuangkan ini sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi untuk melakukan percepatan pembangunan di sektor kelautan dan industri perikanan. Untuk itu, kami berharap semua pihak mau mendengar aspirasi kami", kata Rasmidjan, sesepuh nelayan yang sudah melaut sejak tahun 1960-an.

Nelayan berharap pihak Metro TV dan Media Group turut mendorong agar pemerintah khususnya KKP bersedia melakukan kajian tentang cantrang secara komprehenship yang melibatkan nelayan, akademisi dan stakeholder terkait sebagaimana hasil kesepatakan antara pihak istana dengan nelayan.

Bagi Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) kebijakan yang dikeluarkan oleh kementerian yang dipimpin oleh Menteri Susi Pudjiastuti ini dirumuskan secara sepihak sehingga terindikasi cacat proses dan cacat substansial.

"Sebagai wujud harapan kami atas dukungan Metro TV, kami serahkan plakat bertuliskan "Berani Uji Petik, Hebat!", pungkas Riswanto perwakilan nelayan Tegal. Pertemuan Metro TV dan Aliansi Nelayan Indonesia diakhiri dengan melakukan kunjungan untuk melihat proses kerja redaksi.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya