Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pemerintah Manfaatkan Karakter Generasi Milenial Sebagai Aset

MICOM
26/10/2017 17:06
Pemerintah Manfaatkan Karakter Generasi Milenial Sebagai Aset
(ANTARA)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan berupaya memanfaatkan karakter-karakter yang dimiliki oleh generasi milenial sebagai aset yang memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi.

Dalam Seminar Hari Oeang di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/10), Sri Mulyani mengatakan generasi milenial memiliki tiga karakter, yaitu terhubung (connected), percaya diri (confident), dan kreatif
(creative).

"Dalam hal tiga ini, kalau mereka dikurung dengan regulasi yang menghilangkan '3C'-nya, maka negara itu sebenarnya menzalimi kalau mau melakukan pengaturan yang menghilangkan tiga karakter dari generasi muda itu," kata dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan bahwa tugas pemerintah adalah bagaimana membuat tiga karakter generasi muda tersebut menjadi aset, bukan menjadi sesuatu yang menciptakan malapetaka. "Bagaimana dengan karakter generasi muda ini, Indonesia bisa menciptakan suatu aset-aset dalam bentuk aktivitas ekonomi yang bisa membuat masyarakat Indonesia menjadi makmur, sejahtera, dan adil," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah perlu menciptakan kondisi yang diperlukan (the necessary condition) agar generasi milenial dapat memiliki kapasitas intelektual untuk menjadi kreator yang menciptakan dan mewujudkan ide-ide menjadi produk luar biasa yang berarti bagi masyarakat.

Melalui APBN, pemerintah fokus memberikan kesempatan dalam hal investasi sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan untuk mewujudkan kondisi yang diperlukan tersebut. "Bukan karena ini menjelang pemilihan umum sehingga akan populis. Tidak. Tetapi lebih karena ini adalah hak rakyat Indonesia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan," ucap Menkeu.

Selain investasi di sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur juga penting untuk menciptakan keterhubungan agar dapat merangkul masyarakat yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. "Saya mengatakan dalam hal ini, konektivitas merupakan kondisi yang diperlukan agar kreativitas dan kepercayaan diri generasi milenial itu menjadi aset negara," demikian Sri Mulyani.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya