Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mengaliri Gas hingga Pelosok Nusantara

Tesa Oktiana Surbakti
20/10/2017 08:56
Mengaliri Gas hingga Pelosok Nusantara
(Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja (kanan) memeriksa alat ukur pemakaian gas bumi di rumah susun Penjaringan Sari 3, Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu---ANTARA/Didik Suhartono)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (persero) terus berupaya menargetkan dapat menyalurkan gas bumi ke daerah kawasan industri di seluruh Nusantara. Hal ini ialah upaya merealisasikan program konversi energi ke gas bumi. “Pemanfaatan gas bumi yang efisien, ramah lingkungan, dan aman terbukti berhasil mendorong daya saing sektor industri nasional terus meningkat,” kata Direktur Komersial PGN Danny Praditya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kinerja penyaluran gas bumi PGN meningkat sepanjang triwulan III-2017 sebesar 17% ketimbang triwulan sebelumnya. “Kenaikan ini dikontribusikan dari peningkatan konsumsi gas, baik dari sektor industri maupun dari sektor kelistrikan,” kata Danny.

Salah satu upaya untuk mendongkrak konsumsi gas bumi ialah PGN memperluas jaringan gas bumi ke Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.

Kawasan yang dikelola PT Modernland Realty Tbk ini menjadi salah satu pasar yang potensial karena dari total lahan 3.175 hektare, sekitar 30% telah dikembangkan. Di dalamnya berdiri lebih dari 200 perusahaan, baik lokal maupun multinasional. Jenis industrinya pun beragam, di antaranya perusahaan makanan dan minuman, industri kimia, industri alat berat, dan material bangunan.

Danny mengatakan, selain Cikande, PGN sudah memasok gas bumi ke kawasan industri yang dikelola PT Nusatama Properta Panbil di Batam, Kepulauan Riau. “Penggunaannya sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas di Kawasan Industri Panbil di Batam,” ujar Danny.

Danny mengungkapkan, pasokan gas bumi PGN ke Kawasan Industri Panbil di Batam ini berlangsung selama 10 tahun ke depan, baik dalam bentuk compressed natural gas (CNG) maupun liquefied natural gas (LNG).

Selan itu, PGN bersama Nusatama Properta Panbil bersepakat memenuhi kebutuhan gas di kawasan industri maupun kawasan pariwisata yang akan dikembangkan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

PGN bahkan menargetkan Batam, Kepulauan Riau, bakal menjadi kota gas bumi. Pasokan energi yang andal akan menarik banyak investor berinvestasi di kota yang berbatasan langsung dengan Singapura itu.

Surga investor
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan pihaknya terus memperluas jaringan infrastruktur dan meningkatkan pasokan gas bumi ke berbagai wilayah di Batam. “Sejak 2004 kami terus bangun jaringan distribusi gas bumi ke pelanggan di Batam. PGN memasok langsung ke industri, usaha komersial, sampai pembangkit listrik dan rumah tangga,” kata Dilo dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, beberapa waktu lalu.

Saat ini, untuk wilayah Batam, PGN telah melayani 3.497 pelanggan rumah tangga, 53 pelanggan komersial, dan 43 pelanggan industri dan pembangkit listrik. Hingga awal Agustus lalu, secara nasional PGN telah memasok 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, 1.930 pelanggan komersial, dan 204 ribu pelanggan rumah tangga yang tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi di seluruh Indonesia.

Dilo mengatakan dalam waktu dekat PGN juga kembali menyelesaikan proyek pipa transmisi West Natuna Transmission System (WNTS) di titik Subsea Tie In-Batam (SSTI-B) ke Pulau Pemping. Proyek itu merupakan penugasan pemerintah kepada PGN untuk membangun dan mengoperasikan pipa gas dari SSTI-B ke pulau tersebut.

“Pengembangan proyek infrastruktur pipa transmisi WNTS di titik Subsea Tie In-Batam ke Pulau Pemping akan memberikan manfaat berupa alternatif pasokan gas bagi kepulauan Riau (Batam, Bintan, dan Karimun) dan salah satu wujud kontribusi PGN dalam mendukung program pemerintah untuk ketahanan dan kemandirian energi nasional,” jelas Dilo.

Dengan terbangunnya proyek pipa gas itu, PGN wilayah Batam akan memiliki tambahan total kapasitas energi sebesar 40 bbtud. Bahkan, volume gas bumi dapat ditingkatkan hingga 100 bbtud di tahun-tahun berikutnya, sesuai dengan kebutuhan pelanggan. “Pasokan energi terjamin dan andal sehingga bukan tidak mungkin Batam akan menjadi surga bagi investor berinvestasi,” tutupnya.

Tidak hanya di Batam, ke depan, PGN akan terus menjalin kerja sama dengan pengelola kawasan industri lainnya dalam pemanfaatan gas bumi. Apalagi, menurut Danny, meningkatnya investasi baru dan ekspansi usaha di Indonesia sudah sejalan dengan upaya PGN untuk terus menggenjot pembangunan infrastruktur gas bumi. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya