Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
LISTRIK kinclong sudah di depan mata. Di era duet Joko Widodo-Jusuf Kalla, sistem kelistrikan di Tanah Air semakin mantap dengan tuntasnya pembangunan pembangkit baru.
Pada bulan ini, beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulu Belu unit 3 dan 4 telah memberi tambahan daya sebesar 110 megawatt dalam sistem kelistrikan Lampung. Daerah ini juga semakin terang dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) MPP New Tarahan yang menghasilkan daya 100 megawatt.
“Ketiga pembangkit telah membuat Lampung surplus daya listrik. Saat ini, total daya mampu pembangkit di Lampung mencapai 1.061 Mw,” kata juru bicara PT PLN Distribusi Lampung Bernadus Hernawan Rahanto, di Bandar Lampung, pekan lalu.
Dengan daya itu, Lampung bisa memenuhi daya yang dibutuhkan pada beban puncak yang mencapai 984 Mw dan menyumbang pada interkoneksi Sumatra bagian selatan sebesar 350 Mw. “Lampung memiliki cadangan daya mampu pasok sebesar 113 Mw dan 10,65%,” lanjut Bernadus.
Dia menambahkan kebutuhan listrik Lampung terus meningkat. Tren pertumbuhan penjualan tenaga listrik bertambah hingga 5,45% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016.
PLN, lanjut dia, juga serius membangun infrastruktur ketenagalistrikan. “Yang terbaru, kami telah mengoperasikan gardu induk mini yang berlokasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Gardu Induk Liwa di Kabupaten Lampung Barat. Keduanya memperkuat sistem kelistrikan di bagian barat dan timur Lampung,” pungkasnya.
Bangka Belitung
Pada 2015 lalu, terang di malam hari belum berjalan stabil di Bangka Belitung. Selama satu tahun, pemerintah bekerja keras. Hasilnya, 3 mobile power plain PLTMG bisa dibangun dengan daya 50 Mw di Bangka dan 25 Mw di Belitung.
“Ketiganya sudah beroperasi dan menambah keandalan pasokan listrik di Bangka Belitung,” kata General Manager PLN Bangka Belitung Suciana.
Sebelumnya, listrik di provinsi itu hanya memiliki daya mampu 130 Mw di Bangka dan 30 Mw di Belitung. Biarpet pun tidak bisa dihindari.
Tiga PLTMG mampu mengatasinya. Diresmikan Presiden Joko Widodo tahun lalu, listrik mampu membuat bibir warga kepulauan itu merekah.
Tahun ini, untuk menambah keandalan listrik di Bangka Belitung, PLN membangun pembangkit listrik tenaga diesel di 12 lokasi, 9 di antaranya dibangun di pulau terluar. Total tambahan listrik mencapai 22,1 Mw.
Saat ini daya mampu listrik untuk sistem Bangka meningkat menjadi 152 Mw dengan beban puncak 127 Mw, sedangkan untuk sistem Belitung daya mampu sebesar 62 Mw dengan beban puncak 37 Mw.
“Kondisi ini cukup untuk mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong sektor pariwisata,” lanjut Suciana.
Kini, rasio desa berlistrik di Bangka Belitung sudah 100%. Untuk menjangkau dusun-dusun, pada 2017-2019 digelar program pembangunan listrik dusun.
“Sebanyak 34 dusun akan disambung tahun ini, pada 2018 sebanyak 12 dusun, dan 2019 sebanyak 13 dusun. Total ada 3.182 rumah tangga yang akan mendapat sambungan listrik baru,” tandas Suciana.
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan optimistis keandalan listrik saat ini akan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di provinsi timah ini. “Kami yakin investasi di bidang pariwisata, perikanan, perkebunan, dan industri akan meningkat.”
Kalimantan Tengah
Asa warga di Kalimantan Tengah untuk menikmati listrik stabil tanpa henti juga segera terwujud. Tahun ini, dua pembangkit sudah dibangun dan dioperasikan, yakni pembangkit listrik tenaga uap 2 x 100 Mw di Kabupaten Pulang Pisau dan pembangkit listrik tenaga mesin gas 155 Mw di Barito Utara.
Tahun ini, di Kalimantan Tengah juga dibangun lagi PLTU 2 x 100 Mw di Kabupaten Gunung Mas. “Ketiga pembangkit akan mengakhiri defisit listrik yang selama ini terjadi di Kalimantan Tengah,” kata Presiden Direktur PT SKS Listrik Kalimantan Lokita Prasetya, yang membangun PLTU di Gunung Mas.
PLTU di Gunung Mas berlokasi di Desa Tumbang Kajuei, Kecamatan Rungan. Pembangunan fisik tengah dilakukan dan sudah mencapai 15%. Pembangunan ditargetkan tuntas pada 2019.
Proyek ini dibangun di dekat sentra pertambangan batu bara, bahan baku utama pembangkit tersebut. “Ini proyek di mulut tambang,” jelas Lukita.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalimantan Tengah Hardy Rampay berharap proyek ini bisa segera tuntas dan beroperasi. “Manfaatnya jelas sangat banyak. Bagi penduduk lokal minimal bisa memberikan lapangan pekerjaan tetap dan rumah mereka tak lagi gelap gulita.”
Dalam skala lebih luas investasi di Kalteng kembali bergairah. Salah satu keluhan para investor ialah soal kelistrikan di Kalteng yang masih minim. (RF/SS/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved