Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERCEPATAN pembangunan infrastuktur di bidang telekomunikasi terus dikebut guna mewujudkan visi pemerintahan Jokowi-JK yang berkomitmen membangun tol informasi. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pembangunan tol informasi hanya bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan pemerataan layanan.
“Saat ini kita sedang membangun Indonesia Sentris. Semua dimulai dari teknologi informasi, khususnya jaringan 4G,” ucapnya di Jakarta Selasa (17/10).
Rudiantara memaparkan pada akhir 2015 jaringan 4G baru diluncurkan. Saat ini pihaknya tengah berupaya mempercepat penguatan jaringan yang menyebar ke berbagai wilayah di Tanah Air. Menurutnya, pembangunan infrastruktur penyedia layanan 4G terus ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Dirinya mengatakan implementasi pembangunan infrastuktur layanan 4G terbilang pesat.
Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada Desember 2015, kata Rudiantara, jumlah BTS (base transceiver station) mencapai 25.997 pada 2016. Infrastruktur tersebut melayani masyarakat di 58 kabupaten/kota. Hingga Juli 2017, total yang sudah selesai dibangun mencapai 55.701 BTS. “Perkembangan itu terbilang cukup fantastis. Tersebar di 297 kabupaten/kota,” ungkapnya.
Dikatakan Rudiantara, Kemenkominfo juga sudah menetapkan PT Telekomunikasi Selular sebagai pihak penyedia penambahan kapasitas frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz. Langkah itu ia sebut untuk menambah kapasitas bagi pelanggan 4G di kota-kota besar atas. Selain itu, Rudiantara mengatakan pihaknya menargetkan pemerataan layanan internet 4G di pos lintas batas negara (PLBN).
“BTS yang kami bangun juga akan memperkuat jaringan komunikasi di pos lintas batas. Kalau Menhub membangun bandara-bandara baru di sejumlah wilayah, jaringan telekomunikasi dan internet yang kuat juga harus dibangun di wilayah tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini kawasan perbatasan tidak lagi sekadar berfungsi untuk mengawasi arus keluar-masuk orang dan barang, tetapi juga berperan sebagai destinasi pariwisata dan penggerak ekonomi.
“Baru-baru ini Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas mencatat ketujuh PLBN yang tersebar di perbatasan Indonesia-Malaysia, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat telah beroperasi,” tambahnya.
Bisa dinikmati
Rudiantara mengatakan perluasan akses internet di daerah terpencil saat ini sudah bisa dinikmati hasilnya. Dirinya mencontohkan pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Agustus lalu, diresmikan 17 BTS dengan fitur 4G di kawasan terpencil Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Di penghujung tahun lalu, ia mengatakan masyarakat di delapan desa di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menutup tahun dan menyambut tahun baru dengan layanan internet 4G.
Pada 2019, pihaknya menargetkan seluruh ibukota provinsi di Tanah Air terhubung dengan jaringan broadband untuk mendukung pemerataan akses internet. Hingga tahun lalu, baru 400 dari total 514 kabupaten dan kota yang terhubung dengan broadband. Rudiantara mengatakan proyek Palapa Ring menjadi salah satu cara pemerintah menjaga perataan pembangunan melalui proyek Palapa Ring, yang terdiri atas paket Barat, Tengah, dan Timur. Menurut catatan, pengguna internet di Tanah Air pada 2014 sekitar 82 juta orang. Hingga saat ini jumlahnya diperkirakan naik mencapai lebih dari 132 juta orang dari total populasi 256 juta. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved