Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA bertekad merebut 20% volume ekspor beras ke Malaysia dalam satu tahun. Cita-cita itu tidak berlebihan karena pada 21 Oktober Indonesia akan mengirim 25 ton beras kualitas premium ke negeri jiran tersebut.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menjelaskan ekspor beras ke Malaysia bersamaan dengan penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Kalimantan Barat pada 19-22 Oktober. Pada hari yang sama, Presiden Joko Widodo akan panen padi bersama masyarakat.
"Kita akan panen padi bersama Presiden Joko Widodo di area 100 hektare pertanaman padi dengan sistem tanam jarwo super di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, yakni di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau," kata Agung saat jumpa pers persiapan HPS 2017, kemarin (Jumat, 13/10).
Soal peluncuran perdana ekspor beras ke Malaysia, Agung menyampaikan tim pertanian dari Malaysia sudah datang ke Kalimantan Barat untuk menguji kualitas beras. Hasilnya, kualitas beras dari Kalimantan Barat masuk kelas premium beras di Malaysia. "Saat ini hampir semua perbatasan di Indonesia dirasa sudah melakukan ekspor. Kita ingin merebut 20% volume ekspor beras ke Malaysia dalam satu tahun. Saat ini yang masih didiskusikan perihal harga. Tahun depan diharap ekspor berkelanjutan. Ini menunjukkan Indonesia mampu membantu kebutuhan pangan negara lain," tegas Agung.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional cukup hingga delapan bulan ke depan. Ia pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan komoditas pokok itu.
"Persediaan beras secara nasional saat ini mencapai 1,25 juta ton dan bisa untuk persediaan hingga tahun depan," ujar Amran, kemarin. (Pra/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved