Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mendag Ancam Penjarakan Pedagang yang Permainkan Stok Beras

Gabriela Jessica Restiana Sihite
10/10/2017 14:28
Mendag Ancam Penjarakan Pedagang yang Permainkan Stok Beras
(ANTARA)

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan pedagang harus menjual beras sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pedagang yang nakal menimbun berasnya atau yang menjual di atas HET diancam akan dilaporkan ke Bareskrim Polri.

"Saya janji kalau ada yang bermain-main menyimpan beras di gudangnya, sehingga stok berkurang, maka jangan pernah berpikir bisa dagang lagi. Izinnya akan saya cabut. Kalau saya cabut dan masih dagang, maka dia berdagang secara ilegal. Sesudah itu, kami laporkan ke Bareskirim untuk ditangkap," tegas Enggar saat membuka Operasi Pasar (OP) beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Selasa (10/10).

Turut hadir dalam OP beras di PIBC, Menteri Pertanian Amran Sulaeman, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, dan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo.

Menurut Enggar, operasi pasar (OP) beras dilakukan atas permintaan PT Food Station Tjipinang Jaya. BUMD DKI Jakarta tersebut sudah kekurangan stok beras medium lantaran perusahaan penggilingan padi lebih memilih memproduksi beras premium akibat harga gabah yang tinggi sekitar Rp5 ribu per kg.

Selain faktor tersebut, Enggar menilai berkurangnya stok beras medium di Jakarta dan sekitarnya terjadi akibat ulah para pedagang. Masih ada pedagang yang menahan stok beras di gudangnya dan memilih menjual beras premium.

"OP beras yang dilakukan ini untuk mengisi kebutuhan beras medium yang sebenarnya ada. Setelah ini digelontorkan, maka dia (stok yang ditahan pedagang) akan keluar. Dia akan keluar dari gudang karena kalau tidak keluar, busuk dia. Sebab, kami akan gelontorin berapa pun kebutuhan," cetus Enggar.

Adapun OP beras medium dilaksanakan oleh Perum Bulog dengan jumlah 75 ribu ton. Beras akan digelontorkan secara bertahap ke PIBC hingga Maret 2018. OP tersebut akan mengambil cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog yang per hari ini tercatat 289 ribu ton.

Pemerintah juga menetapkan HET beras OP sebesar Rp8.100 per kg di tingkat konsumen. Pedagang yang mendapatkan stok beras OP dari PIBC wajib membuat spanduk berisi HET tersebut. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya