Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pertamina Alokasikan US$200 Juta

MI
30/9/2017 10:54
Pertamina Alokasikan US$200 Juta
(ANTARA/Zabur Karuru)

DIREKTUR Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko (PIMR) Pertamina Gigih Prakoso mengatakan, pihaknya mengalokasikan dana US$200 juta (Rp2,7 triliun) untuk investasi di bidang perkapalan pada 2018. Nilai tersebut merupakan bagian dari rencana investasi Pertamina senilai US$6 miliar pada tahun depan.

“Sebagai informasi, Pertamina investasi US$6 miliar pada tahun depan dan hampir US$200 juta untuk investasi kapal dan dok kapal,” ujar Gigih seusai penandatanganan kerja sama dengan gugus National Shipbuilding & Heavy Industry (NSHI) yang merupakan kumpulan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di galangan kapal.

Kumpulan BUMN itu ialah PT PAL Indonesia (persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (persero), PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero), PT Industri Kapal Indonesia (persero), Barata Indonesia, dan PT Boma Bisma Indra (persero). Penandatanganan kerja sama dilakukan di Kantor Kementerian BUMN, kemarin.

Gigih menambahkan perjanjian itu masih akan dikonkretkan dengan setiap BUMN galangan kapal sehingga hingga sejauh ini Pertamina belum bicara besaran angka bagi tiap-tiap BUMN. “Nanti kita duduk bareng sama-sama melihat potensi yang bisa kita kerja samakan,” ucapnya.

Dirut PT PAL Budiman Saleh menyebutkan kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti dengan kontrak bisnis. Khusus untuk PT PAL, Budiman mengatakan proyek yang paling dekat yang bisa dikerjakan ialah perbaikan dan pemeliharaan kapal milik Pertamina. Selain itu, pemanfaatan Dok Perkapalan milik Pertamina di Sorong Papua.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Rini Soemarno ingin kerja sama itu tidak hanya seremoni dan harus terealisasi dalam bentuk proyek. Ia meminta para direksi BUMN galangan kapal untuk betul-betul konsentrasi memperbaiki diri dan bersinergi dengan BUMN lain jika tidak mampu secara fasilitas. Ia pun meminta Pertamina berbagi pengalaman dengan para BUMN perkapalan tersebut. (Nyu/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya