Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Indonesia Promosikan Sawit ke Swiss

MI
30/9/2017 10:52
Indonesia Promosikan Sawit ke Swiss
(ANTARA/Rony Muharrman)

HAMBATAN perdagangan nontarif, diskriminasi, dan kampanye hitam dari negara-negara Eropa terhadap produk kelapa sawit dari Indonesia tak menyurutkan upaya pemerintah untuk mempromosikan produk komoditas tersebut ke Benua Biru.

Pada Kamis (28/9) lalu, delegasi gabungan Indonesia gencar mempromosikan kelapa sawit kepada kalangan bisnis di Swiss dalam bentuk Indonesia Business Forum Sustainable Palm Oil in Global Market di Gedung Zunfthaus zur Meisen, Zurich.

Dengan difasilitasi Kedutaan Besar Republik (KBRI) Bern-Swiss, delegasi gabungan yang antara lain terdiri atas Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), mempromosikan kebaikan kelapa sawit dan melawan kampanye hitam dengan fakta ilmiah di hadapan sekitar 50 wakil perusahaan terkemuka anggota Swiss Asian Chamber of Commerce (SACC).

Seperti diketahui, beberapa negara Uni Eropa sebelumnya menuding industri sawit di Indonesia melanggar HAM karena mempekerjakan anak. Selain itu, industri sawit dituding merusak lingkungan karena dianggap merusak hutan.

Dirjen Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, yang menjadi salah satu pembicara pada pertemuan itu, mengatakan tudingan dari Uni Eropa tidak benar. Pemerintah Indonesia, kata dia, telah mewajibkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sejak 2011 dengan melibatkan perwakilan dari pemerintah, LSM, akademisi, dan kalangan bisnis.

“Dibandingkan produk vegetables oil lainnya, sawit satu-satunya vegetables oil yang paling banyak sertifikasinya, yaitu CSPO (Certified Sustainable Palm Oil), ISCC (International Sustainability & Carbon Certification),” ujar Paulus Tjakrawan dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) .

Barbara Moeckli-Schneider dari SACC mengaku mendapatkan pencerahan yang komprehensif tentang sawit asal Indonesia yang selama ini cenderung negatif di Eropa. “Tidak seperti Norwegia yang memboikot, Swiss malah aktif menyalurkan bantuan dan pembinaan bagi produksi berkelanjutan kelapa sawit di Indonesia,” ujar Dubes RI untuk Swiss, Linggawaty Hakim. (RO/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya