Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, meski suku bunga acuan Bank Indonesia 7-day reserve repo rate telah turun di level 4,25%, kalangan industri perbankan dipandang masih butuh waktu penyesuaian untuk menurunkan tingkat suku bunga kredit.
“Kami ingin kredit perbankan turun lebih cepat. Namun, kami lihat sektor perbankan, ada yang masih harus menangani kredit bermasalahnya. Walaupun secara nasional, masalah kredit perbankan tidak terlalu besar atau sudah terkendali,” ujarnya di Bandung, Jawa Barat, kemarin (Kamis, 28/9).
Ia menerangkan, dalam menyesuaikan penurunan tingkat suku bunga kredit, perbankan harus menunggu deposito berjangka waktu 1, 3, dan 6 bulan jatuh tempo lebih dahulu. Karena itu, penurunan tingkat suku bunga kredit akan terjadi bertahap. Ia memproyeksikan pada 2018, tingkat suku bunga terkoreksi cukup tajam.
“Jadi diperkirakan penurunan (suku bunga kredit) akan bertahap sampai dua kuartal hingga tiga kuartal. Kita lihat nanti pada 2018 sudah cukup banyak yang turun. Perbankan juga mesti mempersiapkan diri untuk bisa ekspansi karena pertumbuhan kredit sampai Agustus itu, year on year-nya, baru 8%.”
Di sisi lain, BI selaku regulator makroprudensial mengkoreksi target pertumbuhan kredit 2017 yang semula berkisar 10%-12% berubah menjadi 8%-10%. Namun, Agus memandang tingkat suku bunga kredit untuk sektor korporasi dan konsumsi pada sebagian industri perbankan sudah mulai mencapai single digit.
Saat disinggung potensi pelonggaran moneter sampai akhir 2017, Agus enggan berkomentar secara eksplisit. Menurutnya, penurunan tingkat suku bunga acuan sejauh ini sudah memadai. (Tes/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved