Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

ISS Tekankan Praktik Bisnis Berkelanjutan

MI
29/9/2017 08:28
ISS Tekankan Praktik  Bisnis Berkelanjutan
(Seorang instruktur memberikan pelatihan kepada peserta didik cleaning service (jasa kebersihan) di akademi ISS Indonesia di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten---ANTARA/Muhammad Iqbal)

PERUSAHAAN jasa layanan terintegrasi, ISS, meraih peringkat perunggu dalam Dow Jones Sustainability Index (DJSI) 2017. Keberhasilan itu menempatkan ISS dalam 10% perusahaan terdepan dari 44 perusahaan global yang bergerak dalam layanan komersial dan sektor penyedia di bawah kerangka kerja DJSI.

Group Vice President, Group Health, Safety & Environment and Corporate Responsibility ISS Group Joseph Nazareth menyampaikan ada tiga aspek penilaian dalam DJSI 2017, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Dari sisi ekonomi, jelas dia, ISS dinilai menunjukkan pe­nguatan secara tetap dalam hal manajemen risiko serta pasokan rantai global dengan menggunakan platform Procure PASS yaitu platform baru untuk pendaftar dan penjamin pemasok.

“Procure PASS memungkinkan ISS menetapkan persyaratan yang beretika dan sesuai dengan kriteria sosial dan keamanan lingkungan,” jelas Joseph.

Dari sisi lingkungan, ISS meraih peringkat B untuk proyek penggunaan karbon. ISS terus mengambil langkah untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar di seluruh armada trasportasi global.

“Termasuk memfokuskan pada seleksi kendaraan hemat bahan bakar, serta mengadakan modul-modul pelatihan e-learning bagi pengendara. Hasilnya, tingkat emisi karbon kendaraan turun drastis hingga lebih dari 1.000 ton pada tahun lalu.”

Selanjutnya dari sisi sosial, ISS fokus mendukung dalam mempekerjakan ­pengungsi dan pemuda yang kurang beruntung. Itu misalnya dibuktikan ISS Denmark yang dianugerahi penghargaan CSR People Prize pada 2016.

Joseph menambahkan keberhasilan Grup ISS dalam mempertahankan posisi kuat di DJSI juga menunjukkan fokus perusahaan dalam meningkatkan kinerja dalam berbagai kegiatan yang berkelanjutan secara konsisten.

“Sebagai perusahaan yang mempekerjakan sekitar 500 ribu karyawan di berbagai negara, kami berkomitmen bertindak secara benar di mana pun beroperasi,” tutup Joseph. (RO/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya