Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Daya Saing Naik berkat Reformasi Struktural

Tesa Oktiana Surbakti
29/9/2017 08:14
Daya Saing Naik  berkat Reformasi  Struktural
(Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo---MI/Ramdani)

BERDASARKAN laporan World Economic Forum mengenai Global Competitiveness Index 2017-2018, daya saing Indonesia meningkat dari peringkat 41 menjadi peringkat 36 dari 137 negara. Capaian tersebut dianggap menjadi sinyal membaiknya kepercayaan global terhadap iklim investasi di Tanah Air.

“Kalau index competitiveness Indonesia meningkat, itu sejalan dengan kepercayaan global kepada Indonesia. Ini sangat sejalan dengan reformasi struktural yang dijalankan pemerintah dan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter,” ujar Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo di Bandung, kemarin (Kamis, 28/9).

Dalam laporannya, WEF, yayasan organisasi nonprofit yang didirikan di Jenewa pada 1971 dan terkenal dengan pertemuan tahunannya di Davos, Swiss, menilai Indonesia seperti Korea Selatan yang telah memperbaiki kinerja di semua pilar, mulai infrastruktur hingga makroekonomi.

“Posisi di peringkat ini didorong terutama oleh ­ukuran pasar yang besar dan lingkungan makroekonomi yang relatif kuat,” sebut laporan WEF, seperti dikutip dari Weforum.org.

Sebelumnya, dalam survei kemudahan berbisnis (ease of doing business/EODB) yang diselenggarakan Bank Dunia, posisi Indonesia juga naik dari 106 menjadi 91. Kendati dalam tiga tahun terakhir kemudahan berbisnis di Indonesia mengalami perubahan yang siginifkan, Agus mengingatkan masih diperlukannya perbaikan sektor infrastruktur sebagai penyokong daya saing.

“Selain itu, kita juga perlu memperbaiki kedaulatan pangan dan reformasi energi. Hal-hal itu harus dilakukan. Ini bagian dari reformasi struktural dan kami melihat hasilnya terus menunjukkan perbaikan. Bank Indonesia menyambut baik adanya perbaikan indeks (daya saing) itu,” imbuhnya.

Naiknya tingkat kepercayaan global terhadap Indonesia pun tecermin dari masuknya arus investasi asing (foreign direct investment/FDI). Pergerakan aliran FDI, kata Agus, berdampak pada defisit transaksi berjalan yang terus terjaga. (Tes/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya