Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Industrialis Eksisting Merasa Dinomorduakan

Gabriela Jessica Restiana Sihite
27/9/2017 14:46
Industrialis Eksisting Merasa Dinomorduakan
(Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani---MI/Rommy Pujianto)

PEMERINTAH memproyeksikan Indonesia akan didominasi oleh masyarakat kelas menengah pada 2045. Karena itu, pemerintah dinilai harus bisa meningkatkan produktivitas dan pemerataan ekonomi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menjelaskan hal-hal tersebut sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Dengan begitu, tidak ada kekhawatiran Indonesia akan masuk dalam perangkap kelas masyarakat menengah (middle income trap).

"Kalau bisa melakukan transformasi, baik menyangkut teknologi, produktivitas, dan distribusi pendapatan secara merata, menurut saya itu (middle income trap) tidak akan terjadi. Kami yakini seperti itu," papar Hariyadi di Jakarta, Rabu (27/9).

Menurutnya, masyarakat kelas menengah bukan untuk dikhawatirkan. Mereka dianggap sudah bisa produktif dan bisa berinovasi dengan teknologi.

Yang semestinya diperhatikan pemerintah ialah masyarakat kelas menengah ke bawah guna mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. "Karena kelas menengah bawah yang sekarang ini boleh dibilang dalam komposisi demografi yang tidak terlalu produktif karena yang punya keterampilan terbatas," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo Danang Girindrawardana menyarankan pemerintah untuk bisa menjaga kepercayaan para pengusaha bila ingin menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan yang dibuat selama ini kebanyakan mengganggu iklim investasi bagi para industrialis eksisting.

"Kami sarankan Presiden dan Pak Menko ini lebih keras ke menteri-menterinya. Karena produk kebijakan yang mengganggu ada di menteri sektoral," tukasnya.

Ia menilai pemerintah saat ini lebih condong kepada para pelaku usaha baru dan mengabaikan industrialis eksisting. Padahal, menurut dia, pelaku usaha baru itu akan menyumbang pertumbuhan ekonomi setelah 1-2 tahun ke depan. Di saat yang sama, pengusaha eksisting banyak yang memilih menahan ekspansi karena belum melihat perubahan iklim usaha ke arah yang lebih baik.

"Jangan harap pertumbuhan itu dari industri pendatang baru loh. Justru yang eksisting karena sudah mempekerjakan karyawan, bayar pajak, menyalurkan produk, dan membangkitkan logistik. Kalau pendatang baru 1-2 tahun akan pengaruhi pertumbuhan ekonomi," imbuhnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya