Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mal Sepi akibat Strategi Zadul

MI
26/9/2017 09:51
Mal Sepi akibat Strategi Zadul
(MI/Ramdani)

PEMBANGUNAN pusat perbelanjaan pernah mengalami lonjakan luar biasa. Berdasarkan data pada 2010, di Jakarta terdapat lebih dari 170 mal atau setara lahan seluas 4 juta m2.

Alih-alih menekan pertumbuhan mal dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2011, pengembang justru kian gencar melakukan pembangunan. Pada 2013, mal di Jakarta terus bertambah mencapai 564 unit.

Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin memaparkan, lonjakan itu disebabkan kecenderungan masyarakat yang kerap menjadikan mal sebagai obat depresi dan stres. Rata-rata orang Jakarta, mayoritas perempuan, menghabiskan sekitar tiga jam setiap kali mengunjungi mal.

“Sayangnya, pengembang mengabaikan tren pada masyarakat yang tinggal di megapolitan di negara-negara lain seperti Amerika Serikat,” ujarnya melalui rilis yang diterima Media Indonesia, kemarin. Ironisnya, para pengembang malah menuding belanja daring (online) sebagai kambing hitam.

“Mereka tidak menyadari hal itu terjadi karena jumlah mal yang terlalu banyak dan perubahan gaya hidup masyarakat kota besar,” tukas Jeffrey.

Sama seperti di Jakarta, lanjutnya, sejumlah mal mengalami penurunan pengunjung bukan karena daya beli masyarakat turun. Akibat utamanya, strategi pengembang properti dinilai ketinggalan zaman karena menutup mata dari perubahan.

Penduduk kota besar saat ini cenderung ingin praktis dan lebih gemar menyisihkan uang untuk kesehatan atau menghibur diri dengan olahraga dan piknik. Itu sebabnya diperlukan strategi khusus agar tetap memenangkan pasar.

“Karena itu, sejak awal pembangunan Green Pramuka langsung menerapkan konsep one stop living,” cetus Jeffrey. Konsep tersebut sebetulnya sudah terjadi di Jakarta sejak era 1990-an. Dengan integrasi antara apartemen dan mal membuat para penghuni tidak banyak menghabiskan waktu di jalan.

Green Pramuka pun mendukung shelter transportasi massal bagi penghuni. “Contohnya, bus Damri menuju Bandara Soekarno-Hatta hingga shelter layanan kendaraan online. Hasilnya, kemacetan berkurang dan masyarakat lebih produktif,” pungkasnya. (Mut/S-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya