Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Subsidi Pupuk Pacu Produksi Padi

MI
26/9/2017 09:35
Subsidi Pupuk Pacu Produksi Padi
(ANTARA/Irwansyah Putra)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan subsidi pupuk dan benih merupakan faktor penting dalam mencapai pembangunan pertanian dua tahun terakhir.

Itu terlihat dari produksi padi tahun lalu yang mencapai 79,2 juta ton, lalu meningkat 4,96% dari tahun sebelumnya. Bahkan, tahun ini target produksi padi ­dicanangkan sebesar 80,8 juta ton.

“Peningkatan ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan di lapangan. Sebanyak 70% dari total anggaran, kami fokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti irigasi, lahan, alat mesin pertanian, serta sarana produksi seperti pupuk dan benih,” ungkap Plt Kabiro Humas dan Informasi Publik Kementan, Suwandi, via rilis yang ­diterima ­kemarin (Senin, 25/9).

Untuk penyaluran pupuk bersubsidi, misalnya, Kementan mengawasi ketat melalui skema rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) bersama PT Pupuk Indonesia selaku produsen pupuk bersubsidi.

Di sisi lain, untuk meningkatkan efektivitas subsidi pupuk, Kementan mengembangkan rencana definitif kebutuhan kelompok elektronik (e-RDKK) yang diintegrasikan dalam kartu tani.

“Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian bekerja sama dengan Kementerian BUMN, pemerintah daerah, dan perbankan tengah mengembangkan e-RDKK dan implementasi kartu tani. Kartu itu akan memiliki fungsi beragam untuk memenuhi berbagai transaksi petani,” terang Suwandi.

Para petani yang terdaftar dalam RDKK nantinya dapat memperoleh pupuk subsidi dengan harga yang ditentukan pemerintah, yakni urea Rp1.790 per kg, SP36 Rp2.000 per kg, ZA Rp1.400 per kg, dan NPK Rp2.300 per kg.

Dari Salatiga, Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya peran kelompok badan usaha di sektor pertanian agar dapat meningkatkan nilai tambah dari produksi yang dihasilkan.

Saat ini, ucap Jokowi, petani tidak bisa hanya berkutat dengan sawah dan cangkul. Petani harus dapat bekerja sama dalam kelompok, membangun korporasi yang memiliki sarana usaha pascapanen dan divisi pemasaran.

“Misalnya dengan minimal luasan 1.000-5.000 hektare, kelompok tani itu dapat membangun korporasi dan meng-akses pembiayaan melalui perbankan secara mandiri. Kami akan arahkan seperti itu agar petani sejahtera,” tutur Presiden saat berkunjung ke Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah di Desa Kalibe-ning, Salatiga. (Pra/Pol/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya