Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH resmi menerapkan harga eceran tertinggi (HET) beras pada Senin (25/9). Tidak ada lagi batas toleransi bagi pedagang ritel modern untuk menjual beras di atas HET.
Hal itu ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita seusai bertemu dengan pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), perusahaan penggilingan padi, dan ritel modern.
"Jadi, tadi kami mengingatkan kembali penetapan HET beras sebab ketentuan kita mestinya per 1 September 2017. Lalu, ada permintaan toleransi. Nah itu sudah diberikan dan per Senin besok kita akan periksa," ucap Enggartiasto di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, kemarin (Jumat, 22/9).
Ia mengatakan dirinya sudah meminta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk mengingatkan seluruh pemerintah daerah, jangan sampai ritel modern di daerah tidak mengetahui penerapan kebijakan itu atau malah membuat stok beras kurang.
"Mulai Senin kami bersama Satgas Pangan akan periksa. Pemda juga harus turun ke lapangan dan mengecek stok tersedia. Kalau kurang, kita akan kirim karena di sini stok kami cukup," tukasnya.
Sementara itu, kebijakan penetapan HET beras tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan No 57/2017. Kebijakan itu, kata Enggar, akan diprioritaskan terlebih dulu kepada seluruh toko ritel modern. Beras kemasan yang dijual mesti diberi label jenis dan besaran HET.
Enggar menilai harga beras sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat dan tingkat inflasi sehingga mudah dispekulasi. Karena itu, Permendag 57/2017 dibuat untuk menjaga kestabilan harga beras. "Kita yakini kebijakan ini untuk kepentingan rakyat," ujarnya.
Kala ditemui di tempat yang sama, Corporate Communications GM PT Transmart Carrefour Satria Hamid mengaku siap menjalankan HET beras.
Ia pun sudah meminta seluruh pemasok beras di Transmart untuk sesegera mungkin menyuplai beras sesuai dengan ketentuan pemerintah. Kemasan beras mesti diberi label jenis dan HET.
Saat ini, kata Satria, sudah 70 pemasok beras yang komit akan menyuplai beras kemasan dan harga baru. Beras di Transmart dan Carrefour pun diklaim sudah ada yang mulai dijual sesuai dengan HET.
"Sekarang sudah ada yang harga baru. Cuma tantangannya label di kemasan itu urusan pemasok. Jadi, kami terus komunikasikan dengan mereka untuk memproduksi beras sesuai apa yang sudah disepakati," paparnya.
Ia menegaskan mulai pekan depan hanya beras sesuai aturan pemerintah yang dijajakan di rak Transmart dan Carrefour. Bila stok lama belum habis, pihaknya akan mengembalikan itu ke para pemasok untuk dikemas ulang.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan stok beras di PIBC masih terpantau di atas batas aman. Stok saat ini 47 ribu ton, sedangkan batas aman PIBC 30 ribu ton.
Namun, kebijakan HET beras disebut telah membuat beras jenis medium semakin berkurang di PIBC. Sementara itu, volume jenis premium makin merebak. "Ada shifting (pergantian) dari medium ke premium. Kita akan bereskan dalam waktu dekat," ucap Arief.
Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Beras Indonesia Soetarto Alimoeso mengusulkan melakukan operasi pasar dan memasukkan beras dari Sulawesi Selatan untuk volume jenis beras medium.(DW/DY/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved