Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan, ada empat sektor industri yang harus diprioritaskan untuk mendorong ekonomi Indonesia. Empat sektor tersebut dinilai sangat potensial memberikan stimulus ke sektor riil, yang akhirnya memacu pertumbuhan ekonomi.
Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta mengatakan, keempat sektor yang bisa mengerek ekonomi, terdiri dari sektor agrikultur, maritim, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Menurutnya, jika keempat sektor tersebut dikembangkan dengan serius akan memberikan dampak turunan seperti penyerapan tenaga kerja.
“Inilah yang kuat yang bisa diandalkan sebab bahan bakunya ada semua di Indonesia, bahkan berpotensi bisa menyerap tenga kerja lokal lebih besar,” ujar Arif dalam acara diskusi di Jakarta, kemarin.
Walaupun begitu, Arif menyebutkan pemerintah sudah berusaha mengelola sektor tersebut dengan baik namun masih belum optimal.
“Perlu ada percepatan pengelolaan pada sektor ini karena seluruh resources yang diperlukan untuk mengoptimalkannya hampir semuanya sudah ada di dalam negeri,” papar Arif.
Dia menambahkan, perlu komitmen pemerintah yang kuat dalam mendorong agar investasi yang masuk bisa diarahkan langsung ke empat sektor tersebut.
Sebagaimana diketahui, dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada kuartal II 2017, realisasi investasi di sektor agrikultur, khususnya tanaman pangan dan perkebunan dari PMDN sebesar Rp2,44 triliun. Adapun dari PMA realisasinya sebesar US$401,9 juta.
Kemudian realisasi investasi pada sektor maritim dari PMDN dan PMA ialah Rp22,6 miliar dan US$3,6 juta atau menduduki porsi terendah dari seluruh realisasi investasi dari berbagai sektor.
Arif berharap pemerintah bisa lebih mendorong sektor maritim, khususnya perikanan. Karena, di sektor tersebut masih sangat bisa dikembangkan, dan realisasi investasinya tergolong minim.
“Ada banyak strategi agar sektor-sektor itu tumbuh baik di antaranya dengan peningkatan kebijakan fiskal, seperti (penurunan) suku bunga, dan sebagainya,” ujarnya. (Pra/MTVN/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved