Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus mendorong pembiayaan investasi non-anggaran (PINA) sebagai alternatif pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang tidak bisa hanya mengandalkan APBN.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryabrata saat memberikan sambutan dalam pe-nandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Bappenas dan perusahaan konstruksi Huaqing Housing Holding Co Ltd di Kantor Bappenas, Jakarta, kemarin.
Huaqing merupakan pemain global yang telah berpengalaman mengerjakan berbagai proyek perumahan pegawai negeri sipil dan militer, pembangkit listrik, kawasan industri, jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, dan proyek infrastruktur lainnya, baik di Tiongkok maupun di luar negeri seperti di Rusia, Nigeria, Myanmar, Australia, dan negara-negara lainnya.
Di Nigeria, Huaqing telah memiliki rekam jejak membangun perumah-an rakyat dan pegawai negeri yang terjangkau, yakni sudah dapat membangun rumah dengan luas 84 m2 sampai 120 m2 dengan biaya mulai dari US$2.000 sampai US$30.000 dengan menggunakan sistem yang diklaim lebih kuat yakni tahan api dan tahan gempa.
“Program PINA hadir untuk mendo-rong keterlibatan pihak swasta baik dalam dan luar negeri untuk terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur,” ujarnya.
Skema PINA saat ini telah diterapkan pada proyek jalan tol milik Waskita Toll Road dengan nilai total Rp3,5 triliun. Selain itu pembangunan skema PINA menargetkan pada akhir 2017 membantu dalam pembangunan proyek bandara internasional Jawa Barat, dua ruas jalan tol Trans-Jawa, Jabotabek, dan luar Jawa, dan pada pembangkit listrik dengan energi,senilai Rp10 triliun. (Nyu/Ant/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved