Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Bisnis pusat perbelanjaan di Glodok memang tidak ada matinya. Perkembangan perdagangan online (daring) alias e-commerce tampak tidak terlalu berpengaruh terhadap ribuan toko di sekitar area yang telah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda itu.
Salah satu bukti perdagangan di sana masih bergairah terlihat di Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok. Pusat belanja berlokasi di Jalan Hayam Wuruk 127, Jakarta Barat 11180, itu mengandalkan penjualan alat-alat teknik, perkakas, listrik, elektronik, dan keselamatan.
Menurut Hendry Trie Asmono, Manajer Periklanan dan Promosi LTC Glodok, pengunjung rata-rata per hari sebanyak 50 ribu orang, meningkat 10% dari pengunjung tahun lalu sekitar 45 ribu orang per hari. “Okupansi toko di LTC yang berjumlah 3.000 kini sudah 100% terisi sejak sesudah Imlek tahun ini. Artinya, ada peningkatan dari 95% okupansi pada tahun lalu,” tuturnya di Jakarta, kemarin.
Rata-rata tiap kios memiliki omzet antara Rp10 juta dan Rp20 juta sehari. Sebagai informasi, Agung Podomoro Land sebagai pengembang LTC Glodok telah menjual seluruh toko pada 2006 dengan harga sekitar Rp100 juta-Rp150 juta per meter persegi. Sekarang harga jualnya sudah menjadi Rp600 juta-Rp700 juta per meter persegi.
Pemilik biasanya menyewakan kios dengan harga mulai Rp100 juta sampai Rp130 juta setahun. Harga sewa per tahun juga naik berkisar 5%-8%.
Karena bisnis yang menguntungkan itu, tidak mengherankan masih banyak pedagang yang berminat memiliki kios di Glodok. “Kami sedang fokus mengembangkan pusat perbelanjaan baru bernama Harco Glodok untuk mengakomodasi tenant yang ingin memiliki unit di daerah Glodok,” tutur Hendry.
Namun, 2.000 kios yang tersedia di Harco Glodok kini sudah 60% yang laku terjual. Pihaknya menargetkan pada saat peresmian pembukaan Harco Glodok di awal tahun depan sudah 70% kios yang terisi. Harga jual kios dipatok Rp400 juta-Rp500 juta per meter persegi tergantung lokasi.
Bagi Hendry, maraknya e-commerce tidak mematikan bisnis di Glodok. Strategi pihaknya ialah fokus pada penjualan barang industri yang tidak mungkin dibeli secara daring. (Was/S-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved