Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI digital yang ditandai dengan makin besarnya penggunaan internet mendorong pelaku usaha untuk ikut dalam pusaran arus itu. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun perlu memperoleh manfaat tersebut.
Karena itu, pemerintah giat mengajak pelaku UMKM masuk ke ranah digital untuk mengembangkan bisnis. Salah satu program yang digalakkan ialah UMKM Go Online yang dimiliki Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Program tersebut juga bertujuan mendukung visi menjadi The Digital Energy of Asia pada 2020.
Dengan menggandeng Bukalapak, Kemenkominfo menggelar rangkaian road show dan edukasi yang akan diadakan di sejumlah kota pada periode Agustus-Desember 2019. Bagi Bukalapak, kegiatan ini juga memperkuat komitmen memajukan pelaku UMKM dengan menghadirkan akses sehingga meningkatkan produktivitas dan pemasaran mereka melalui platform digital.
“Melalu kerja sama ini, kami berharap dapat mendigitalisasikan sekitar 8 juta UMKM di Indonesia untuk meningkatkan inovasi, daya saing, serta produktivitas mereka,” papar Kepala Subdirektorat Peningkatan Kapasitas TIK Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Harry Hartono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/9).
Kegiatan itu mengundang lebih dari 250 peserta umum. Target edukasi kampanye itu menyentuh hingga 20 ribu UMKM. Mereka akan dibekali dengan bimbingan untuk mendigitalkan bisnis dari proses pengenalan hingga pemasaran bisnis secara daring.
Setelah mengikuti pelatihan itu, peserta akan mendapatkan kesempatan bergabung bersama dengan Bukalapak dan menjadi pelapak serta anggota komunitas Bukalapak. Head of Community Management Bukalapak, Muhammad Fikri, mengatakan saat ini pihaknya sudah memiliki 2 juta pelapak dalam serta komunitas yang ada di 70 kota di Indonesia.
Jaring mitra
Usaha membantu UMKM bertransformasi ke arah digital juga dilakukan Kioson dengan menawarkan platform online to offline (O2O). Platform tersebut memungkinkan sekitar 15 ribu kios mitra Kioson untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara digital (underserved market) yang masih ada saat ini.
Dengan begitu, konsumen akan lebih mudah mengakses layanan e-commerce. Layanan itu akan membantu konsumen melakukan pembayaran dan mendapatkan layanan logistik.
“Hasilnya, kita bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce dan dunia digital. Ini bisa menjadi pintu untuk menawarkan berbagai layanan digital lain,” kata Cofounder Kioson, Jasin Halim.
Hingga April 2017, Kioson telah memiliki lebih dari 15 ribu mitra kios yang tersebar di 384 kota di Indonesia dengan mayoritas berada di kota lapis kedua.
Perseroan menargetkan peningkatan mitra kios mencapai 100% pada akhir 2017. Karena itu, Kioson berencana menambah modal dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
UMKM yang telah atau baru mulai memasarkan produk secara daring juga akan berkumpul di Jogja Expo Center. Mereka akan mengikuti Jogja Digital Marketers Summit and Expo pada 20-23 September 2017.
“Kami menargetkan ribuan yang hadir,” ujar Ketua Steering Committee Jogja Digital Marketers Summit and Expo Arifin Wicaksono di Yogyakarta, Senin (4/9).
Acara itu untuk membantu peningkatan daya saing para pelaku UMKM. (Ant/S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved