Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memangkas target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2017 dari 5,2% menjadi 5,17%. Hal itu karena pertumbuhan kredit yang diprediksi masih lambat akibat perbankan masih melakukan konsolidasi.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut konsolidasi perbankan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun ini. "Ya tahun ini mesti selesai. Akhir tahun ini," ujar Wimboh usai membuka acara pelatihan jurnalistik di Gedung Radius Prawiro Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (8/9).
Untuk diketahui target OJK tersebut lebih cepat dari prediksi Direktur Utama PT Bank Mandiri (persero) Tbk Kartika Wirjaatmadja. Kartika mengatakan proses konsolidasi perbankan membutuhkan waktu 1,5 tahun lagi. Pasalnya berdasarkan data OJK per Juli 2017, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan dan pembiayaan masih berada di kisaran 3% dan 3,5%.
Angka ini sedikit naik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya di level 2,96%. Rasio NPL netto tercatat sebesar 1,32% per Juli 2017, lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya 1,35%.
Menurut Wimboh, proses konsolidasi dan restrukturisasi tersebut terjadi karena harga komoditas yang anjlok beberapa tahun lalu sehingga menyebabkan NPL meningkat.
Saat ini, kata dia, perbankan sudah melakukan bersih-bersih NPL dengan melakukan reorientasi bisnis dari kredit komersial ke kredit korporasi dan UKM. "Karena kredit komersial yang Rp250-800 miliar itu rata-rata yang banyak mengalami NPL," tukasnya.
Selain melakukan reorientasi bisnis, perbankan juga memperkuat teknologi informasi (TI) sehingga bisa melakukan pengawasan terhadap para debitur-debitur. "Sehingga bisa memonitor debitur-debitur lebih akurat dan dini kalau ada masalah," ucapnya.
Menurut Wimboh penghapusan buku terhadap kredit macet tersebut tidak hanya dilakukan oleh bank-bank BUMN melainkan juga swasta. "Bukan hanya (bank) BUMN, (bank) swasta juga banyak. Ada beberapa swasta yang di disclose NPL tinggi banget tahun lalu sekarang dihapus," ungkapnya.
Diketahui Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan 5,17 pemerintah akan menjaga dalam semester II 2017 pertumbuhan investasi harus mencapai 5,4% sehingga di akhir tahun investasi tumbuh 5,2%.
Target investasi tersebut, menurutnya, bisa direa-lisasikan melalui penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
"Tapi untuk kredit perbankan yang mungkin harus agak hati-hati karena bank masih banyak melakukan konsolidasi terhadap peforma kredit yang mengalami tekanan karena kasus (harga) komoditas yang menurun," tukasnya. Pemerintah, kata Sri, juga berupaya untuk menjaga daya beli masyarakat di atas 5%.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved