Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Formulasi Tarif Baru Tol Jagorawi Dianggap Tidak Adil

Fetry Wuryasti
08/9/2017 19:46
Formulasi Tarif Baru Tol Jagorawi Dianggap Tidak Adil
(ANTARA)

PT JASA Marga (Persero) Tbk, per 8 September 2017 telah mengubah tarif tol ruas Jagorawi dengan formulasi satu tarif (tarif flat). Terkait hal itu, Ketua Umum Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan ada tiga aspek yang harus disorot dengan formulasi tersebut.

“Pertama , formulasi tarif tersebut harus diaudit dan transparan, jangan sampai perubahan tarif dijadikan kedok untuk menaikkan tarif terselubung. Jika pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada ruas Jagorawi mengalami kenaikan, berarti ada kenaikan tarif terselubung. Dan hal ini bisa dikategorikan melanggar regulasi,” tukas Tulus Abadi melalui keterangan resminya, Jumat (8/9).

Formulasi tarif tol Jagorawi , menurut Tulus juga terlihat tidak adil. Alasannya, cenderung memberatkan pengguna jalan tol untuk gate yang pendek seperti gate TMII, Cibubur, dan Sentul. "Dan terlalu ringan/murah untuk pengguna tol gate Bogor karena hanya Rp 6.500."

Ketiga, menurut Tulus, formulasi tarif terjauh yang sangat murah tersebut yaitu Rp. 6.500 merupakan formulasi tarif yang kontra produktif bagi pengguna commuter line. Sangat mungkin pengguna KRL akan bermigrasi ke pengguna tol/pengguna mobil karena tarif tolnya lebih murah dari pada tarif KRL-nya.

“Jika ini terjadi maka Jakarta akan makin macet. Bahkan, formulasi tarif tol Jagorawi akan mengakibatkan LRT Cibinong-Jakarta mati suri, karena tidak laku. Akibatnya LRT yang dibangun dengan tujuan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta tidak akan efektif karena tidak laku,” tukas Tulus.

Terpisah, Direktur Operasional II PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subekti Syukur mengatakan dengan transaksi formulasi 1 tarif dan 1 kali transaksi, jalur tol tersebut makin lancar.

“Memang secara nyata jarak jauh tarif lebih murah tapi growth traffic lebih tinggi. Secara pendapatan masih tetap sama , tidak berkurang, juga tidak naik. Memang ada pengurangan pemakai jalan jarak deket. Tapi tertutup oleh growth pemakai jarak jauh,”

Pada pemakai tol Jagorawi jarak dekat, kata Subekti, diharapkan berpindah ke moda transportasi seperti Trans Jakarta ataupun melakukan sharing kendaraan. “Seperti tadi pagi, traffic sudah lancar. Dahulu traffic jalur tersebut jumlahnya lebih banyak dari pemakai jarak pendek."(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya