Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus berupaya menyejahterakan nelayan. Salah satunya lewat program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Dengan program ini, nelayan bisa berhemat ongkos melaut hingga 50% karena biaya gas lebih murah ketimbang solar atau bensin yang selama ini digunakan untuk menjalankan mesin kapal.
"Dengan menggunakan paket converter kit ini, nelayan bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 50% atau setengahnya. Yang biasanya menghabiskan Rp100 ribu untuk membeli bensin (BBM), bisa digantikan dengan dua tabung elpiji saja yang jelas harganya jauh lebih murah," jelas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial pada acara penyerahan 513 converter kit berikut mesin dan dua tabung gas elpiji 3 kg, di Morodemak, Demak, Jawa Tengah, kemarin.
Ia menjelaskan bantuan pemerintah berupa converter kit berikut mesin dan dua tabung elpiji kepada nelayan kecil diharapkan dapat meringankan biaya operasional mereka. "Melaut menggunakan bensin untuk satu hari membutuhkan 3 liter, tetapi kalau menggunakan gas melon (elpiji 3 kg) baru habis tiga hari. Jadi lebih hemat menggunakan gas. Saya sudah merasakannya selama satu tahun, akhirnya sekarang sudah mulai bisa menabung," ujar Selamet, 49, salah seorang nelayan di Morodemak.
Ego mengungkapkan, selain di Demak, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM akan membagikan 16.981 paket senilai Rp120,92 miliar untuk nelayan di 26 kabupaten. Pemberian paket perdana berupa converter kit untuk nelayan dan mesin berkapasitas 5 pk berikut dua tabung elpiji beserta isinya. "Kriteria penerima ialah nelayan pemilik kapal kurang lebih 5 gt, berbahan bakar bensin/solar, dan berdaya mesin kurang lebih 13 hp, serta belum pernah menerima bantuan sejenis," ujarnya.
Penyediaan ataupun pendistribusian elpiji 3 kg sudah diserahkan kepada PT Pertamina (persero) sejak tahun lalu, termasuk juga tugas pemasangan paket perdana elpiji untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Ego menjelaskan, selain menghemat biaya bahan bakar, pemanfaatan elpiji 3 kg bakal membantu perekonomian nelayan.
Pada kesempatan yang sama, SVP Nonfuel Marketing Pertamina B Trikora Putra menyampaikan pihaknya selalu konsisten mendukung program pemerintah.
"Distribusi paket perdana elpiji 3 kg kepada nelayan kecil di Demak ini sekaligus untuk mendukung ketahanan energi sesuai dengan Perpres No 126/2015 tentang penyediaan dan penetapan harga elpiji untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil," jelasnya.
Alat tangkap
Masih terkait dengan kehidupan nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap tahun ini berencana memberikan 7.255 paket alat tangkap pengganti cantrang.
Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja mengatakan pembagian alat tangkap bertujuan merealisasikan program pemerintah, yaitu mendukung keberlanjutan sumber daya ikan dan menyejahterakan nelayan.
"Alat tangkap ini nantinya akan dibawa dari pabrik dengan truk-truk, berkumpul di satu titik, dan akan dibagikan langsung kepada nelayan, tidak melalui perantara sehingga tidak ada lagi yang beralasan tidak terima bantuan," tegasnya.(Jes/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved