Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Perbankan Tinggalkan Satelit Telkom 1

Adhi M.Daryono
02/9/2017 18:59
Perbankan Tinggalkan Satelit Telkom 1
(MI/Adam Dwi)

TERJADINYA gangguan pada jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di hampir seluruh bank di Indonesia yang diakibatkan kerusakan Satelit Telkom 1 pada akhirnya mendorong pihak perbankan mulai mengganti saluran satelit untuk menunjang kebutuhuan jaringan ATM mereka.

"Kita akan menggunakan 3 titik satelit. Ada Telkom 3 S ada Up Star 5, satu lagi saya lupa namanya. 3 satelit kita sedang sambungkan. Ini sedang dikerjakan oleh dua vendor kami yang dibantu oleh Telkom "ujar Direktur BCA Santoso Liem, Sabtu (2/9).

Santoso mengakui bahwa dalam perbaikan dan pengalihan jaringan satelit ini memerlukan waktu. "Tapi komit untuk bekerja. Pada prinsipnya kita akan mengejar upaya mempercepat instalasi," ujarnya.

Santoso menambahkan BCA tidak akan menggunakan satelit Telkom 1 lagi dikarenakan sudah tidak bisa digunakan. "Tidak. Sudah tidak bisa dipakai dan digunakan sebagai layanan perbankan. Makanya mereka (Telkom) mengalihkan kami," katnya.

Pihak BCA menyatakan butuh waktu 2 hingga 3 minggu untuk instalasi jaringan satelit tersebut. "Kita membutuhkan antara 2-3 minggu. Tergantung kondisi di lapangan. Kita dapat info di lapangan titik letak satelitnya itu agak sedikit berbeda dengan titik telkom. Kalau Telkom 1 dengan Telkom 3S itu tidak jauh beda. Tapi Up Star 5 kemiringannya agak beda. Sehingga pengerjaannya sulit karena terhalang gedung. Kalau kena gedung mau gak mau titiknya harus dipindah otomatis harus dibikin dudukan lagi," ujar Santoso.

Sementara saat dihubungi terpisah Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan pihaknya tidak terlalu terdampak atas kerusakan pada Satelit Telkom 1. "Kami tidak banyak terdampak dengan kejadian Satelit Telkom 1, saat ini hanya 4% atm kami yang belum normal dan itupun berlokasi di daerah remote,"jelas Rohan.

Sejak daei awal Bank Mandiri lanjut Rohan menggunakan 5 jaringan yang berbeda. "Jadi untuk mitigasi risiko kami relatif aman bila terjadi hal seperti ini, karena selama ini kami sudah menggunakan 2 jalur satelit, fiber optic dan GSM line," tutupnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya