Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

BUMN Ditargetkan Raih Laba Rp190 Triliun Tahun Ini

30/8/2017 07:54
BUMN Ditargetkan Raih Laba Rp190 Triliun Tahun Ini
(ANTARA/IRSAN MULYADI)

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan perolehan laba 118 BUMN pada tahun ini dapat mencapai Rp180 triliun hingga Rp197 triliun. Angka itu meningkat dari perolehan tahun sebelumnya yakni Rp164 triliun dan di 2015 sebesar Rp149 triliun.

Sekretaris Kementerian Imam A Putro mengatakan pada semester I tahun ini tiga BUMN telah berhasil keluar dari daftar BUMN yang me­rugi. Ketiga BUMN itu ialah PT Djakarta Llyod, PT Nindya Karya, dan PT Varuna Tirta Prakasya. “Target kita hingga akhir tahun laba BUMN itu Rp190 triliun. Malah Bu Menteri inginnya di atas Rp200 triliun,” kata Imam di Jakarta, kemarin.

Adapun laba bersih 118 BUMN pada pertengahan tahun ini mencapai Rp87 triliun atau turun Rp1 triliun ketimbang periode yang sama tahun lalu. Turun tipisnya laba BUMN itu disebabkan mayoritas BUMN masih gencar mengerjakan proyek sehingga laba belum masuk pencatatan. Hal itu ditandai dengan melonjaknya capital expenditure (capex) atau belanja modal BUMN yang terealisasi pada Juni 2017 sebesar Rp111 triliun, naik dari tahun lalu Rp79 triliun.

Sepanjang semester I, BUMN juga telah menyumbang penerimaan negara dengan setoran pajak senilai Rp97 triliun dan dividen sebesar Rp32 triliun. Realisasi dividen tersebut sudah ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Rp42,7 triliun, termasuk dividen interim yang disetor pada 2016 yakni sebesar Rp1,5 triliun.

Per 31 Juli 2017, kapitalisasi pasar BUMN telah mencapai Rp1.680 triliun atau sebanyak 26,24% atau tumbuh 1,2% ketimbang Juli tahun lalu. BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar masih dipegang PT Telkom Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan di luar kategori perusahaan yang merugi, pihaknya mencatat ada 9 BUMN yang sakit sehingga tidak dapat beroperasi, di antaranya PT Kertas Leces, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Pengembangan Armada Niaga Nasional, dan PT Iglas. “Kami targetkan akhir tahun ini hanya tersisa Merpati yang merugi dan sakit,” jelas Aloysius. (Nyu/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya