Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Menteri Diingatkan tidak Gegabah

30/8/2017 07:44
Menteri Diingatkan tidak Gegabah
(PRESIDENTIAL PALACE/AGUS SUPARTO)

MEMASUKI tahun politik pada 2018, Presiden Joko Widodo mengingatkan para menteri Kabinet Kerja agar tidak gegabah membuat regulasi yang berpotensi meresahkan dan membuat kegaduhan publik.

Ia meminta kebijakan menteri harus dibahas dulu dalam rapat terbatas dan dipastikan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Tahun depan kita sudah masuk ke tahun politik sehingga kebijakan apa pun dapat secara signifikan memberikan ­pengaruh,” ujarnya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

“Saya mengingatkan kepada para menteri sekali lagi, ini yang kedua, tidak menerbitkan peraturan atau kebijakan tanpa disertai kajian yang mendalam sehingga nantinya bisa menghambat apa yang sudah ada,” sambungnya.

Presiden khawatir peraturan menteri yang meresahkan publik bisa merusak momentum kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia. Kepercayaan itu tampak dari hasil survei lembaga pemeringkat internasional yakni Standard and Poor’s (S&P) serta Moody’s dan Fitch Rating yang memberikan kategori investment grade atau layak investasi kepada Indonesia. Termasuk juga survei Gallup World Poll yang menempatkan pemerintah Indonesia pada posisi nomor satu untuk tingkat kepercayaan publik.

“Momentum yang sudah ada ini bisa terhambat gara-gara keluarnya peraturan-peraturan menteri yang kajiannya tidak melalui rapat terbatas. Akhirnya justru akan menghambat masuknya investasi,” tandasnya.

Sejumlah momentum tersebut tak hanya hadir dari dunia internasional. Situasi di dalam negeri sendiri juga memberikan dukungan bagi upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Inflasi yang terus terjaga di bawah 4% dalam kurun 2015-2016 merupakan salah satu momentum yang juga patut dijaga.

“Turunnya BI 7-day reverse repo rate menjadi 4,5%, ini juga momentum. Secepatnya kita memperbaiki di dalam kementerian masing-masing, di lembaga-lembaga yang ada, agar momentum itu betul-betul memberikan manfaat pada rakyat dan negara,” tandas Presiden. (Pol/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya