Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menginginkan suku bunga kredit perbankan bisa turun lebih rendah, di bawah 10%, untuk mendorong perekonomian nasional.
“Wong inflasinya sudah rendah, suku bunga BI 7 days sudah 4,5%. Logikanya harus diturunkan yang diikuti penurunan suku bunga deposito,” ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Turut hadir dalam pertemuan membahas suku bunga bersama Presiden ialah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.
Wimboh menjelaskan penurunan bunga deposito bisa menjadi modal awal pemerintah mendorong seluruh perbankan di Indonesia untuk menurunkan suku bunga kredit.
Namun, tidak gampang bagi perbankan untuk segera menurunkan suku bunga dana dan kredit. Proses transmisi membutuhkan waktu, termasuk menyesuaikan dengan jatuh tempo deposito yang bisa memakan waktu hingga enam bulan.
Sebab itu, pihaknya terlebih dulu menganalisis kendala bank yang belum menurunkan suku bunga.
Ia memastikan OJK tidak akan menempuh kebijakan pembatasan (capping) bunga deposito yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Situasi sekarang belum memerlukan langkah itu. “Capping hanya dalam kondisi anomali. Sekarang masih oke. Suku bunga deposito sekarang masih average 6% masih oke,” jelasnya.
Agus Martowardojo pesimistis perubahan suku bunga acuan bisa memengaruhi pertumbuhan kredit tahun ini. Menurut analisisnya, pertumbuhan kredit baru akan terjadi tahun depan karena belum semua industri perbankan mengubah suku bunga mereka sesuai BI 7 days reverse repo rate. “Kami harap dalam dua kuartal bisa terjadi penurunan.”
Ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono sependapat penurunan suku bunga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang saat ini tengah melambat. Apalagi, inflasi tahun ini cukup bagus, yakni di bawah angka 4%. “Selain penurunan suku bunga, pemerintah juga bisa bergerak melalui jalur fiskal dan melanjutkan pembangunan infrastuktur,” urai Tony. (Pol/FU/Dio/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved