Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA tahun setelah Program Sejuta Rumah (PSR) diluncurkan pemerintah, sejumlah kendala masih ditemukan di daerah. Hal itu berasal dari hasil pengawasan dan pemantauan yang dilakukan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) di sejumlah daerah.
Ketua Umum REI, Soelaeman Soemawinata, mengatakan kendala terbesar yang dihadapi ialah perizinan dan kebijakan daerah yang bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2016.
“Kendala ada yang bersifat teknis, kebijakan daerah, dan kebijakan pusat. Kalau melihat kebijakan daerah, selain perizinan, masih ada daerah yang punya kebijakan pembangunan rumah yang berbeda. Misalnya, harus membangun dengan luas 200 m2. Padahal, ketentuannya 60 m2,” kata Soelaeman di Bekasi, Jawa Barat, kemarin.
Kendala yang bersifat terpusat, menurut pria yang akrab disapa Eman itu, berkaitan infrastruktur dasar seperti ketersediaan listrik dan air bersih yang bukan tanggung jawab pengembang berakibat menghambat persetujuan proses kredit pemilikan rumah (KPR). Selain itu, soal perpajakan yang berpihak pada konsumen, tapi belum ke pengembang.
Meski demikian, Eman optimistis target 210 ribu rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun ini dapat tercapai untuk mewujudkan ambisi sebagai garda terdepan pembangunan rumah rakyat di Indonesia. Data REI menunjukkan, hingga Juli 2017 sudah terbangun 94 ribu unit.
Ketua Komisariat REI cabang Bekasi, Acep Suparman, menambahkan potensi pembangunan rumah rakyat di Bekasi sangat besar. Namun, pengembang menghadapi masalah mahalnya harga lahan dan banyak pemilik lahan yang tidak mau menjual tanah miliknya. Hal itu disebabkan masifnya pembangunan infrastruktur yang mengarah ke timur Jakarta.
“Kami mendukung pemerintah membangun infrastruktur, khususnya transportasi massal ke arah timur. Tapi di sisi lain, hal itu membuat harga lahan terus naik dan banyak yang tidak mau lepas. Tapi kami di Bekasi tetap berkomitmen mewujudkan rumah rakyat. Pengembang di sini banyak yang terus membangun rumah rakyat,” katanya. (Gnr/S-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved