Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Karawang, Jawa Barat, sebagai kawasan industri baru di sebelah timur Ibu Kota semakin berkembang. Hal itu mendorong Pollux Properties mengembangkan 40 hektare lahan yang dimiliki menjadi kawasan pusat bisnis terpadu (CBD) pertama di Karawang yang diberi nama Pollux Technopolis.
Proyek ambisius pengembang yang punya sejumlah proyek di Asia Tenggara itu akan menghadirkan hunian, rumah toko, perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, universitas, dan laguna terbesar di Asia yang terbagi dalam 6 zona. Investasi yang dikeluarkan Pollux mencapai Rp50 triliun.
Direktur Keuangan Pollux Properties Donisius Adi mengatakan pembangunan tahap pertama Technopolis akan menghadirkan lima menara apartemen Kairaku Residences dan 368 ruko bernama Dotunburi Shopping Street. Untuk menghadirkan kemudahan pembayaran bagi pembeli, Pollux menjalin kerja sama dengan 11 bank nasional.
Ke-11 bank yang berkomitmen menyalurkan kredit pemilikan apartemen (KPA) tersebut ialah Bank Mandiri, CIMB Niaga, Maybank, Artha Graha, ICBC, UOB, BTN, MNC, BRI, Muamalat, dan BJB. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pollux dan 11 bank itu dilangsungkan di Hotel Fairmont, Jakarta, kemarin.
“Kami menghadirkan kemudahan pembayaran kepada pembeli untuk memiliki unit apartemen agar semua lini masyarakat dapat memilikinya. Apartemen ini kami pasarkan mulai dari harga Rp290 juta. Selain menggunakan KPA, konsumen bisa menggunakan cash dan cash bertahap,” kata Donisius di Jakarta, kemarin.
Direktur Pemasaran dan Penjualan Pollux Maikel Tanuwidjaja mengatakan apartemen Kairaku Residences menyasar kelas menengah, baik investor yang akan menyewakan unit apartemennya maupun pengguna langsung. Banyaknya pekerja ekspatriat di Kawasan Industri Karawang diharapkan menjadi penyewa aktif Kairaku Residences yang selesai dibangun tiga tahun ke depan.
“Kami sudah menyelenggarakan nomor urut pengundian (NUP) dan saat ini sudah sampai 400 NUP untuk apartemen. Dari 368 ruko yang kami tawarkan, sudah mencapai 200-an unit yang terjual. Kami optimistis proyek ini akan terserap oleh pangsa pasar yang kami targetkan,” kata Maikel. (Gnr/S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved