Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

HET Beras Ditetapkan demi Jaga Daya Beli

25/8/2017 07:09
HET Beras Ditetapkan demi Jaga Daya Beli
()

PEMERINTAH melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras. Penetapan HET itu bertujuan menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan beras merupakan komoditas utama pangan masyarakat Indonesia dan berkontribusi terhadap inflasi hingga 26,6%. Karena itu, harga beras harus dijaga agar daya beli dan tingkat inflasi nasional bisa stabil. “Kita ingin mempertahankan daya beli masyarakat dan tingkat kemiskinan sangat ditentukan harga pokok pangan terutama beras,” ucap Enggar di Jakarta, kemarin.

HET beras dibagi menjadi tiga jenis, yakni medium, premium, dan khusus. HET beras medium dan premium ditetapkan per wilayah (lihat grafik), sedangkan beras khusus sementara belum diatur. Itu disebabkan beras-beras tersebut dianggap berbeda jenis dengan medium dan premium. Beras khusus meliputi thai hom mali, japonica, basmati, ketan, beras organik, dan beras besertifikat IG.

Ketetapan soal HET beras akan diatur dalam peraturan menteri perdagangan sebagai payung hukum dan wajib diterapkan pedagang pasar tradisional ataupun ritel modern per 1 September 2017. Produsen pun wajib mencantumkan jenis beras dan HET dalam kemasannya. Bila pedagang menjual beras di atas HET, izin usahanya akan dicabut.

Para pengusaha beras sepakat dengan HET beras yang ditetapkan pemerintah. Menurut Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin, HET beras itu sudah memberikan keuntungan bagi peritel. Keuntungan peritel dari penjualan beras premium tidak terlalu besar, yakni tidak sampai 10% dari harga beli di distributor.

Di lain sisi, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo mengaku tidak mudah untuk menerapkan aturan tersebut. Komponen biaya yang ditanggung distributor bersifat fluktuatif, seperti harga beli beras, ongkos kuli angkut, dan listrik.

Namun, ia yakin HET beras bisa diterapkan. “Doakan saja produksi beras terus banyak, tidak ada hama wereng, tidak ada tikus. Harga gabah sekarang Rp4.600-Rp4.900 per kg dan bisa naik karena sedang panas. Ini (pelaksanaan HET) memang enggak mudah, tapi kita upayakan supaya semua terakomodasi,” tutur Arief. (Jes/Pra/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya