Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah gencarnya tekanan ekonomi global, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan mampu menjaga pendapatan masyarakat.
Selain itu, UMKM mampu menjadi salah satu penopang stabilitas sistem keuangan serta sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Potensi UMKM terhadap produk domestik bruto mencapai Rp850 triliun per tahun dan menciptakan 15 juta tenaga kerja. Saya melihat itu potensi yang harus terus diperbesar,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam Pameran Karya Kreatif BI di JCC, Jakarta, kemarin.
Dalam lima tahun terakhir, lanjut Agus, kontribusi sektor UMKM terhadap PDB itu mengalami peningkatan dari 57,84% menjadi 60,34%. Penyerapan tenaga kerja di sektor itu tumbuh dari 96,99% menjadi 97,22%. “UMKM banyak menyerap tenaga kerja, khususnya perempuan.”
Dalam menanggapi besarnya potensi UMKM tersebut, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UMKM mulai menerapkan sistem teknologi keuangan untuk mempercepat penyaluran dana.
Menurut Direktur Utama LPDB Braman Setyo, dengan teknologi keuangan atau financial technology (fintech), proses penyaluran dana dapat dilakukan secara daring sehingga lebih efisien dan efektif.
“Kami menyiapkan aplikasi berbasis web dan mobile apps untuk pengajuan dana bergulir LPDB. Termasuk membangun sistem informasi debitur untuk KUMKM agar lancar membayar cicilan. Kualitas debitur juga termonitor,” ujar Braman.
Di luar LPDB, pemerintah juga memiliki program kredit usaha rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM. Sebagai bentuk keseriusan dalam mendorong kinerja UMKM, pemerintah menurunkan suku bunga KUR dari 9% menjadi 7%.
Wakil Dirut Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengakui perbankan mendukung penurunkan suku bunga KUR.
“Bagi perbankan, kalau suku bunga semakin rendah, semakin baik. Ini program pemerintah sehingga ada penjaminan dan sebagainya,” tandas Sulaiman. (Pra/Ant/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved