Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

BI Buka Peluang Penurunan Suku Bunga

15/8/2017 08:38
BI Buka Peluang Penurunan Suku Bunga
(MI/PANCA SYURKANI)

BANK Indonesia (BI) membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan atau 7 days repo rate yang telah bertahan di angka 4,75% selama 10 bulan terkakhir.

Kondisi ekonomi yang membaik dan inflasi yang terjaga akan menjadi pertimbangan bagi BI dalam menurunkan suku bunga acuan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengungkapkan rapat dewan gubernur (RDG) yang membahas suku bunga acuan akan dilakukan pada 21 dan 22 Agustus 2017 mendatang.

"Nanti kita lihat (berapa suku bunga acuan) di RDG 21-22 Agustus minggu depan," ujar Agusman di Jakarta, kemarin.

Sejauh ini, lanjut Agusman, BI masih menghitung kondisi ekonomi Indonesia secara komprehensif selain dari sisi tingkat inflasi yang makin terjaga.

Komposisi di makro dan moneter bakal menjadi pertimbangan BI untuk menurunkan atau menaikkan suku bunga.

"Jadi kalau memang data-datanya mendukung, ya pasti dilakukan (penurunan suku bunga acuan), dan memang itu kita harus lihat datanya seperti apa. Kalau misalnya inflasi terkendali, kemudian rupiah juga terjaga, ekonomi domestik baik, itu (penurunan suku bunga) akan dilakukan," jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penurunan suku bunga acuan mampu mendorong daya beli masyarakat yang pada semester I 2017 tidak sesuai harapan.

Dengan adanya peningkatan daya beli diharapkan membantu pergerakan ekonomi pada semester II 2017, di samping pemerintah juga bakal meningkatan belanja pemerintah.

"Pronya ialah inflasi kita relatif lebih terjaga. Itu bisa lebih ke arah pelonggaran (suku bunga acuan). Bagaimana realisasinya, itu tergantung Bank Indonesia, nyalinya kayak apa," ucapnya.

Meskipun demikian, Darmin yakin bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,2% pada Anggran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017 akan mampu dicapai.

"Kita fight untuk bisa mendapatkan 5,2%," tegas Darmin. (Nyu/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya