Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berencana melakukan akuisisi perusahaan sekuritas dan modal ventura (venture capital) dalam rangka mendorong pertumbuhan anorganik.
“Ke depan, kita ingin bertumbuh tidak hanya dari organik, tetapi juga dari anorganik,” ujar Wakil Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta, kemarin.
Ia mengemukakan rencana akuisisi itu tertuang dalam pertumbuhan anorganik perseroan dengan menambah anak usaha baru dan melepas sebagian saham anak usaha. Diharapkan, pada tahun ini rencana itu segera terealisasi. “Akuisisi perusahaan sekuritas bisa BUMN maupun swasta. Target kami tidak satu perusahaan yang dituju,” tuturnya.
Sementara itu, untuk perusahaan modal ventura, lanjut dia, selain opsi akuisisi, pihaknya melakukan kajian untuk membentuk sendiri. Perusahaan modal ventura ditujukan untuk melayani nasabah-nasabah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tidak cocok mendapat produk perbankan. “Pada intinya, aksi korporasi BRI untuk mendukung UMKM. BRI ingin porsi pembiayaan UMKM sebesar 80% dari portofolio pembiayaannya,” ucapnya.
Sunarso memaparkan penyaluran kredit di akhir Juni 2017 tercatat Rp687,9 triliun atau tumbuh 11,8% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, Rp615,5 triliun. Dari seluruh kredit yang disalurkan BRI itu, 74,4% atau Rp490 triliun disalurkan ke segmen UMKM. “Target kami porsi pembiayaan ke segmen UMKM selalu meningkat dan di 2022 portofolio kredit UMKM mencapai 80% dari seluruh total kredit yang disalurkan BRI,” katanya.
Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo menyampaikan pihaknya sedang mengkaji kembali kemungkinan stock split saham. Mereka ingin lebih banyak investor domestik memiliki saham mereka. Sebelumnya BRI pernah melakukan split saham pada 2011 dari nilai saham 500 menjadi 250. Kini harga saham mereka di level 15.025.(Ant/Try/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved