Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Profit Lini Otomotif Astra Naik 8,69%

Fetry Wuryasti
10/8/2017 09:15
Profit Lini Otomotif Astra Naik 8,69%
(ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA)

LINI otomotif PT Astra International Tbk (ASII) masih menunjukkan performa yang baik. Laba segmen bisnis otomotif ASII naik 8,69% menjadi Rp4,2 triliun dari sebelumnya Rp3,86 triliun. Walhasil pangsa pasar mobil dan motor pun turut tergenjot.

Menurut Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto, pendapatan lini otomotif didapat dari penjualan mobil, sepeda motor, dan bisnis komponen grup. Tercatat, penjualan mobil Astra di semester I 2017 meningkat 9% jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, menjadi 298 ribu unit. Pangsa pasar mobil Astra pun naik dari 51% jadi 56%.

Akan tetapi, penjualan sepeda motor Astra justru turun menjadi 2 juta unit di semester I 2017. Pangsa pasar sepeda motor Astra pun hanya naik tipis dari 73% menjadi 74%.

“Penjualan sepeda motor turun karena ada keterlambatan panen di Jawa. Kami berharap pangsa pasar Astra Honda Motor tetap bisa dipertahankan di 74%-75% semester II nanti,” tutur Prijono pada acara Public Expose Marathon, di Jakarta, kemarin.

Ditambahkan, peningkatan laba juga diperoleh dari bisnis komponen. Jika dibandingkan dengan semester I 2016, laba bersih PT Astra Otoparts Tbk meningkat 30% menjadi Rp198 miliar.

Dikatakan, Astra memiliki pabrik yang menunjang lini otomotif dengan kapasitas mencapai 2 juta unit. Prijono mengatakan utilisasi tiga produk unggulan Astra cukup tinggi. Dia menyebut utilisasi Daihatsu mencapai 95% dari kapasitas 530 ribu, utilisasi Toyota mencapai 80%, dan Honda berkisar 75%-80%. Hingga akhir tahun nanti, Prijono memprediksi penjualan sektor ini tak akan beda jauh dari semester satu tahun ini.

Soal wacana pengembangan mobil listrik di Indonesia, Prijono berpendapat rencana itu tidak bisa serta-merta langsung dilakukan.

“Perlu ada tahapan peralihan ke mobil hybrid sebelum sepenuhnya berenergi listrik. Menurut kami, dari kawan-kawan dan partner prinsipal mereka selalu mengatakan ada jenjang antara mobil dan perapian konvensional, combation engine akan masuk ke hybrid baru masuk ke mobil listrik. Maka dari itu sebentar lagi akan ada low carbon emition. Peraturannya diharapkan di situ hibrida akan dibahas.”

Namun, untuk realisasi proyek mobil dengan emisi karbon rendah agar berhasil, kata Prijono, harus diberikan insentif yang cukup.

Laba meningkat
Pada kesempatan itu, Prijono juga mengungkapkan laba bersih konsolidasian grup selama periode kuartal II meningkat 11% menjadi Rp98 triliun, seiring dengan peningkatan kontribusi pendapatan dari sebagian besar segmen bisnisnya.

Faktor utama peningkatan laba, lanjut Prijono, disebabkan harga komoditas yang sudah semakin membaik. Ditambah kenaikan lini otomotif dan Bank Permata yang sahamnya dimiliki Astra, tahun ini menghasilkan keuntungan Rp622 miliar setelah tahun lalu merugi.

Sementara itu, Direktur Astra International Paulus Bambang Widjanarko menyatakan sedang meninjau lebih lanjut rencana akuisisi beberapa ruas tol. “Begitu ada offer, ya, kami lihat. Ada Waskita, ada yang lain. Saat ini kami sedang melihat-lihat Waskita. Ada beberapa tol yang kita bangun.”

Pada Mei 2017, Astra mengakuisisi 60% sisa saham PT Baskhara Utama Sedaya (BUS), yang memiliki 45% kepemilikan atas ruas Tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116 km, yang telah sepenuhnya beroperasi. Astra mengakuisisi 40% kepemilikan awal pada Januari 2017. Total biaya akuisisi atas saham kepemilikan BUS mencapai sekitar Rp5 trlliun.

Pada Mei 2017, grup juga meningkatkan kepemilikan ruas Tol Semarang-Solo sepanjang 73 km dari 25% menjadi 40%. (Ant/E-4)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya