Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Barelang sebagai Simpul Strategis

Adi/X-11
09/8/2017 06:38
Barelang sebagai Simpul Strategis
(Grafis/Caksono)

GURU Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dorodjatun Kuntjorojakti menyebut proyek nasional Barelang atau kawasan Batam sebagai simpul strategis yang harus diposisikan kembali di lingkungan regional atau global yang makin sarat dengan ri­valitas.

Sebagian rivalitas strategis itu akan berbentuk kompeti­si strategis di semua sektor eko­nomi dan di segala jenis bisnis, dengan menggunakan segala jenis kelembagaan.

“Secara spasial (tata ruang) kompetisi tersebut akan me­mer­lukan keberadaan dari sistem transportasi yang meliputi segala moda,” kata Dorodjatun dalam diskusi Quo vadis Ba­tam di Jakarta, kemarin.

Ditambahkannya, Barelang atau kawasan Batam juga berpotensi untuk berperan sebagai simpul strategis di jalur-jalur Barat–Timur dan jalur-jalur Utara-Selatan. Simpul itu mungkin juga akan melibatkan seluruh wilayah Kepulau­an Riau di sepanjang jalur Selat Malaka–Selat Philips–Laut Natuna Utara.

“Hal ini terkait pula dengan se­makin pentingnya peranan Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I) Selat Sunda/Selat Karimata/Laut Natuna Utara dalam menghubungkan Afrika dengan Pasifik Barat. Keduanya adalah sumber daya ekonomi dengan posisi global yang sangat strategis,” ujarnya.

Menurut dia, Indonesia perlu merumuskan strategi yang mampu mempertemukan antara pendekatan supply-side dan demand-side.

Dia menyebut kesuksesan akan dicapai pada penggabung­an proses industrialisasi, ekspor barang-barang manufaktur, pembangunan wilayah khusus, dan peningkatan kesempatan kerja yang disertai peningkat­an produktivitas serta alih tek­nologi. (Adi/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik