Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Mobil Listrik Dorong Pemenuhan Target EBT

Cahya Mulyana
05/8/2017 14:06
Mobil Listrik Dorong Pemenuhan Target EBT
(THINKSTOCK)

DEWAN Energi Nasional (DEN) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyusun rencana peraturan presiden (perpres) untuk percepatan pengembangan mobil listrik.

Nantinya keberadaan mobil listrik juga akan meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT).

"Mobil listrik akan menjadi salah satu pendorong berkembangnya energi baru terbarukan (EBT) dan pasarnya juga harus turut mendorong itu. Namun, semuanya itu harus diinisiasi langsung oleh pemerintah," terang anggota DEN Abadi Poernomo pada konferensi pers tentang Hasil Sidang Anggota Ke-22 DEN, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.

Tercatat sampai akhir 2016, konsumsi EBT baru mencapai 7,7%, padahal targetnya 10,4% sehingga harus segera dikejar supaya mencapai target 23% pada 2025.

DEN menilai mobil listrik menjadi salah satu faktor yang bisa mengejar target konsumsi EBT. Tidak hanya itu, mobil listrik juga bisa menekan CO2 ketika sudah dimaksimalkan oleh masyarakat luas.

Pada kesempatan sama, anggota DEN Rinaldy Dalimi mengatakan pemanfaatan mobil listrik lebih efisien dalam menyerap energi fosil apabila memanfaatkam EBT.

Ketika mobil listrik mengonsumsi energi nonfosil, EBT bisa berkontribusi lebih tinggi dalam bauran energi.

"Adanya perkembangan teknologi seperti mobil listrik bisa membuat pertumbuhan penggunaan EBT bersifat eksponensial, tidak linear lagi, dan EBT bisa berkontribusi lebih banyak lagi di dalam bauran energi," jelasnya.

Target 2020

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan mobil listrik produksi dalam negeri akan siap dipasarkan secara massal pada 2020 mendatang.

Seusai penganugerahan gelar Perekayasa Utama Kehormatan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono di Jakarta, Kamis (3/8),

Nasir mengatakan pihaknya menugasi empat perguruan tinggi negeri untuk mengembangkan mobil listrik nasional itu.

"Terkait dengan mobil listrik, sudah kami bentuk tim yang melibatkan perguruan tinggi dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Empat perguruan tinggi kami tugaskan untuk membuat mobil listrik. Targetnya 2020 kita bisa melakukan produksi di dalam negeri," kata dia.

Nasir menyebutkan keempat perguruan tinggi itu yakni Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).

Pertimbangan penunjukan keempat perguruan tinggi tersebut ialah karena fakultas teknik yang bisa mengembangkan program tersebut.

"Mereka ini ada yang konsentrasi mengembangkan baterai, ada yang mengembangkan mekatroniknya, ada yang ke materialnya, dan ada yang di elektronikanya. Jadi dikombinasi," jelasnya.

Nasir menuturkan prototipe mobil sudah bisa diciptakan, tinggal dilakukan peningkatan inovasi agar menjadi lebih baik dan layak produksi massal.

"Inovasinya kita skill up (tingkatkan), uji material sudah dilakukan, dan mekatroniknya sudah diuji, tahap berikutnya adalah men-skill up-kan," kata dia. (Ant/E-1)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya