Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mempersiapkan anggaran sebesar Rp5,5 triliun pada tahun ini untuk menggenjot perkebunan hortikultura yang strategis agar berdampak pada kesejahteraan para petani.
Ini perintah Bapak Presiden. Salah satu yang kami dorong ialah kopi. Dari sekarang sudah ditanam agar produktivitas kopi meningkat pada 3-4 tahun ke depan," ungkap Menteri Pertanian Amran Sulaiman kepada Media Indonesia, seusai memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Bali, kemarin.
Amran mengatakan Indonesia sempat menjadi produsen kopi terbesar kedua di dunia, tetapi saat ini berada di posisi keempat.
Sebaliknya Vietnam yang pernah belajar ke Indonesia tentang pengelolaan kopi malah berada di atas Indonesia.
"Kalau kami angkat saja 1 ton, bakal ada 1,2 juta ton per hektare per tahun. Ini bakal berada di posisi kedua dunia. Tahun berikutnya, kami naikkan 1,5 ton dan seterusnya. Ini akan berdampak positif kepada petani kita dalam jangka panjang," jelas Amran.
Ia menegaskan, upaya menggenjot produktivitas kopi selain berdampak pada kesejahteraan petani, juga ingin mengembalikan kejayaan Indonesia yang dulu terkenal dengan rempah-rempahnya sebagai salah satu andalan dalam perke-bunan hortikultura.
"Ada pala, cengkih, kakao, dan lainnya. Semua daerah yang dulu kaya rempah-rempah akan kami dorong," tuturnya.
Dalam pelaksanaan, akan ada beberapa daerah khusus yang ditunjuk mengembangkan perkebunan hortikultura dengan fokus pada kecocokan agroclimate.
Misalnya, di Maluku ada cengkih dan mete, pala dan kelapa di Sulawesi Tenggara, kelapa di Sulawesi Barat, serta kopi di Bengkulu dan Aceh. (Dik/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved