Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal memperbarui sistem perdagangan efek atau Jakarta Automated Trading System (JATS).
Pembaruan sistem itu merupakan buntut gangguan sistem perdagangan yang terjadi pada dua pekan belakangan ini.
Menurut Direktur PT BEI Tito Sulisto, peningkatan sistem perdagangan atau availability system JATS membutuhkan investasi sebesar US$25 juta atau setara dengan Rp332,5 miliar, mengacu ke kurs Rp13.300.
Dalam sistem perdagangan pasar modal dunia pada saat ini, sambung dia, availability system maksimum berada di tingkat 99,999%.
Namun, saat ini pasar modal Indonesia memiliki availability system sebesar 99,975%.
"Sekarang lagi masa trial. Barangnya sudah ada, sistem sudah ada, lagi trial terus. kira-kira akhir Agustus pindah resminya semua," imbuh Tito, di Jakarta, kemarin.
Terkait dengan gangguan sistem yang baru saja terjadi pada Kamis (20/7), Tito menjelaskan pangkal permasalahan ialah adanya kelebihan transaksi yang terjadi pada sistem perdagangan.
Dia menuturkan saat ini BEI membatasi transaksi order sebanyak 50 ribu lot karena rata-rata transaksi perdagangan terjadi di bawah 40 ribu lot. Artinya, ada 5 juta saham yang ditransaksikan.
Tanpa terduga, pada perdagangan Kamis lalu, ada 1 triliun Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang diperdagangkan di pasar.
Secara otomatis, sistem mengalami kendala akibat transaksi yang melebihi kapasitas.
"Kayak kamu naik truk, itu cuma bisa memuat 50 orang, tiba-tiba yang naik 5.000 orang, truknya macet enggak?"
Sekadar informasi, pada pukul 10.59 Kamis (20/7), waktu JATS, perdagangan sempat terhenti sehingga anggota bursa tidak dapat melakukan masukan order. Pihak BEI bilang pada 11.04 waktu JATS, perdagangan telah berjalan normal seperti biasa.
Namun, dalam sistem RTI, perdagangan normal lagi pada pukul 11.20.
Meskipun ada gangguan, jadwal perdagangan tidak berubah. (Nyu/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved